Kanada Perkuat Program Perlindungan Perempuan dan Anak di Lombok Timur
Pemerintah Kanada melanjutkan Program Berani II (2023-2027) untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Lombok Timur, NTB, mengatasi isu krusial seperti kekerasan berbasis gender dan perkawinan anak.

Pemerintah Kanada menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Berani II (2023-2027) di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif ini bertujuan memperkuat perlindungan perempuan dan anak di wilayah tersebut. Program ini menjadi bukti nyata dukungan internasional terhadap upaya Indonesia dalam mencapai kesetaraan gender dan kesejahteraan sosial.
Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai, dalam kunjungan tingkat tinggi di Desa Aik Dewa, Lombok Timur, pada Minggu, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam kemajuan pembangunan. Menurutnya, kemajuan akan lebih terasa apabila perempuan memperoleh hak yang setara. Dialog informal tersebut menyoroti berbagai capaian program dalam mengatasi isu-isu sensitif dan krusial di masyarakat.
Fokus utama Program Berani II mencakup penanganan isu kesehatan reproduksi, kekerasan berbasis gender, praktik sunat perempuan, serta perkawinan anak. Sarai menekankan bahwa penghapusan perkawinan anak adalah kunci bagi masa depan generasi mendatang. Kolaborasi lintas elemen masyarakat menjadi fondasi keberhasilan program ini, melibatkan tokoh agama, masyarakat, pemerintah, hingga organisasi masyarakat sipil.
Meningkatkan Kesetaraan Gender dan Kesehatan Reproduksi
Program Berani II secara spesifik menargetkan peningkatan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi di Lombok Timur. Menteri Randeep Singh Sarai mengungkapkan bahwa 50 persen masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendorong kemajuan daerah. Oleh karena itu, memastikan perempuan memiliki hak yang setara adalah fundamental untuk pembangunan berkelanjutan.
Salah satu pilar utama program ini adalah mengatasi isu kekerasan berbasis gender yang masih menjadi tantangan serius. Selain itu, praktik sunat perempuan dan perkawinan anak juga menjadi perhatian utama. Sarai menegaskan, jika tidak ada lagi perkawinan anak, dampak positifnya akan terlihat jelas, seperti anak-anak yang tumbuh lebih sehat dan berpendidikan.
Dukungan terhadap perempuan juga ditekankan agar mereka mampu mendampingi anak-anaknya, termasuk dalam hal kesehatan dan pendidikan reproduksi. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa generasi mendatang memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang. Program ini menunjukkan dampak nyata dalam upaya perlindungan perempuan, remaja, dan anak-anak.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan
Keberlanjutan dan keberhasilan Program Berani II sangat bergantung pada kolaborasi lintas elemen masyarakat. Menteri Randeep Singh Sarai menggarisbawahi pentingnya sinergi antara tokoh agama, masyarakat, pemerintah, dan organisasi masyarakat. Potensi yang dimiliki masyarakat tidak akan berkembang tanpa upaya bersama dari berbagai pihak.
Program ini merupakan hasil kemitraan strategis antara United Nations Population Fund (UNFPA), United Nations Children's Fund (UNICEF), dan UN Women, dengan dukungan pendanaan penuh dari Pemerintah Kanada. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana kerja sama internasional dapat membawa perubahan positif di tingkat lokal. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa semua aspek perlindungan perempuan dan anak dapat ditangani secara komprehensif.
Sarai menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan masyarakat Lombok Timur, dengan menyatakan, “Dibutuhkan sebuah desa yang mendukung program ini untuk membesarkan seorang anak, dan hari ini saya melihat itu nyata di Lombok Timur.” Pernyataan ini menggambarkan betapa kuatnya partisipasi komunitas dalam mewujudkan tujuan program. Keterlibatan aktif dari semua pihak menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak-anak.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)














