Kondisi Siswi SMP di Depok usai Dibully Teman-Temannya Gara-Gara Perkara Cowok
Siswi SMP di Kota Depok, OZ (15) mengalami luka lebam usai dibullying teman-temannya.

Siswi SMP di Kota Depok, OZ (15) mengalami luka lebam usai dibullying teman-temannya. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/7) malam di rumah salah satu pelaku di kawasan Beji, Depok.
Parahnya, pelaku live di sosial media saat membully OZ. Dalam rekaman video yang beredar, korban dipukuli di bagian wajah oleh pelaku sambil menertawakannya.
Korban juga dipaksa berlutut sambil memohon ampun. Saat berlutut di hadapan pelaku, leher korban juga diinjak hingga kesakitan dan mencoba memberontak.
RA, ibu korban mengatakan, usai dipukuli anaknya mengalami lebam. Dia baru melihat luka lebam itu pada Minggu (6/7) pagi.
“Tapi ini belum kelihatan nih lebamnya, pas paginya saya perhatiin muka anak saya kok kayak biru ya,” katanya, Rabu (9/7).
Dia sangat heran anaknya mengalami penganiayaan apa saja hingga lebam seperti itu. RA pun makin syok dan langsung mengabarkan keluarganya.
“Kata gua anak gua diapain nih? Kata saya begitu. Nah pas baru lihat itu masuk tuh video dari Mas Arfan dari Polres Depok yang kabarin saya. Wah udah makin jadi saya kejer saya kabarin semua adik saya, tante saya,” ujarnya.
Dia mengaku sudah memiliki firasat tidak enak sebelum viralnya peristiwa ini. Pada malam itu, OZ minta izin main namun RA mengaku agak berat mengizinkan. RA juga merasa khawatir dengan pertemanan anaknya itu.
“Feeling saya mah, saya selalu bilang, OZ jangan main deh kayaknya sama mereka, mereka ini kayaknya circle kamu nggak sehat, mama nggak suka, aku bilang gitu,” ungkapnya.
Orang Tua Sempat Melarang Main
RA bukan tanpa alasan melarang anaknya berteman dengan geng tersebut. Karena menurut RA, anaknya itu mudah terbawa arus pergaulan.
“Yang tadinya kalau ini, ya maaf aja bukannya apa gimana ya, yang tadinya tuh dia kalau ikut sama temen emang gampang alur gitu dah. Kayak ini temennya ngaji ikut, nih makin kesini kesini, perilakunya berubah,” tukasnya.
Dia mengaku sudah sering mengingatkan untuk tidak pulang malam dengan temannya. Namun peringatan itu kerap diabaikan oleh anaknya. RA pun sangat menyesali dengan adanya peristiwa terebut.
“Saya bilang mama nggak suka deh kamu main nama ini pulangnya jam segini, aku bilang gitu. Kamu udah makin lama makin nggak bisa dibilangin aku bilang gitu,” pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475693/original/008495600_1768641306-IMG_6770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)























