Menko Bidang Pangan Targetkan 80 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis pada Juni 2026
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan 80 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juni 2026, memperluas jangkauan gizi masyarakat dan menggerakkan ekonomi desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan optimismenya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Ia menargetkan jumlah penerima manfaat program ini akan mencapai angka fantastis 80 juta orang pada Juni 2026 mendatang. Target ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Wonosobo, Jawa Tengah, pada hari Sabtu. Kunjungan ini berfokus pada peninjauan langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar 001 Kabupaten Wonosobo, salah satu garda terdepan pelaksanaan program MBG di daerah. Saat ini, program MBG telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan peningkatan target ini, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan anak-anak, dapat merasakan dampak positif dari asupan gizi yang memadai. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga memiliki misi besar untuk menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa.
Ekspansi Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan progres signifikan dalam upaya pemerataan gizi di Indonesia. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa saat ini sudah hampir 60 juta individu telah menerima manfaat dari inisiatif penting ini. Angka tersebut menjadi landasan kuat untuk mencapai target ambisius 80 juta penerima manfaat pada pertengahan tahun 2026.
Ekspansi program ini mencerminkan prioritas pemerintah terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Dengan jangkauan yang semakin luas, diharapkan angka stunting dan masalah gizi lainnya dapat ditekan secara efektif. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.
Peningkatan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis hingga 80 juta orang pada Juni 2026 akan menjadi capaian monumental. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga membangun fondasi kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Peran Krusial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar 001 di Wonosobo. Ia menyoroti standar kebersihan dan higienitas yang sangat baik di fasilitas tersebut, yang merupakan kunci utama dalam penyediaan pangan bergizi. Tata ruang, proses pengolahan, hingga sistem penyimpanan pangan di SPPG ini dinilai sudah berjalan optimal.
Standar operasional yang tinggi pada SPPG menjadi jaminan bahwa makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat aman dan berkualitas. Kebersihan dan higienitas adalah aspek fundamental, terutama karena penerima manfaat utama adalah ibu hamil, balita, dan anak-anak yang memiliki sistem imun lebih rentan. Pengelolaan yang profesional memastikan efektivitas program ini.
Menko Bidang Pangan menekankan bahwa SPPG memiliki fungsi ganda yang strategis. Selain sebagai pusat pemenuhan gizi masyarakat, SPPG juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengadaan dan pengolahan pangan, SPPG dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga desa.
MBG sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Visi program Makan Bergizi Gratis melampaui sekadar penyediaan makanan; ia juga dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui keberadaan SPPG di setiap desa, potensi ekonomi setempat dapat dioptimalkan. Ini termasuk pengadaan bahan baku dari petani lokal, penyerapan tenaga kerja untuk pengolahan, hingga distribusi produk.
Keterlibatan komunitas desa dalam rantai pasok program MBG akan menciptakan efek domino positif. Petani lokal mendapatkan pasar yang stabil untuk produk mereka, sementara ibu-ibu rumah tangga atau kelompok masyarakat lainnya dapat terlibat dalam proses pengolahan makanan. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa.
Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mengatasi masalah gizi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di pedesaan. Ini adalah pendekatan holistik yang menggabungkan aspek sosial dan ekonomi, memastikan bahwa investasi pemerintah dalam gizi juga memberikan dividen dalam bentuk pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)





















