Pemkab Sigi Pastikan Evaluasi Layanan Kesehatan di RS Torabelo
Pemerintah Kabupaten Sigi akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit Torabelo, menyusul insiden pasien yang digendong akibat keterbatasan fasilitas kursi roda. Evaluasi Layanan Kesehatan Sigi ini bertujuan meningka

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memastikan akan segera melakukan evaluasi mendalam terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan di Rumah Sakit Torabelo. Langkah ini diambil menyusul insiden yang menyoroti ketersediaan fasilitas penunjang di rumah sakit tersebut. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menekankan pentingnya seluruh tenaga kesehatan untuk selalu memberikan pelayanan yang cepat dan optimal kepada setiap pasien yang datang berobat.
Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menegaskan bahwa keberadaan pemerintah dan fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit serta puskesmas adalah untuk melayani masyarakat secara maksimal. Pernyataan ini disampaikan di Bora Sigi pada Kamis, 15 Januari 2026, merespons kejadian yang menjadi perhatian publik. Insiden tersebut melibatkan seorang pasien yang terpaksa digendong menuju ruang perawatan karena tidak tersedianya kursi roda yang memadai.
Kejadian ini memicu desakan dari Pemkab Sigi untuk segera melakukan pembenahan. Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menyatakan kekecewaannya dan berjanji akan memastikan kejadian serupa tidak terulang di lingkungan Rumah Sakit Torabelo. Ia juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya di sektor pelayanan publik, untuk melakukan evaluasi berkelanjutan dan memastikan semua layanan berjalan sesuai aturan serta mengedepankan kepentingan masyarakat.
Insiden dan Respons Cepat Pemerintah Daerah
Insiden yang menjadi pemicu evaluasi ini adalah seorang pasien yang harus digendong menuju ruang perawatan. Hal ini terjadi karena, menurut penjelasan pihak rumah sakit, meskipun secara prosedur petugas sudah menyiapkan bantuan kursi roda, terdapat keterbatasan respons awal dan ketidaksabaran keluarga pasien yang ingin segera membawa pasien ke ruang perawatan. Kejadian ini menjadi sorotan utama dan mendesak Pemkab Sigi untuk bertindak cepat.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap warga yang datang ke rumah sakit harus mendapatkan pelayanan yang layak dan adil, dan insiden pasien digendong tidak dapat diterima. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk menjadikan kritik serta masukan sebagai bahan perbaikan layanan ke depan.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Samuel Yansen Pongi menekankan bahwa pelayanan rakyat harus menjadi prioritas utama. Evaluasi menyeluruh ini diharapkan dapat mengidentifikasi celah dalam sistem pelayanan dan segera memperbaikinya demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
Upaya Pembenahan dan Peningkatan Fasilitas
Menanggapi insiden tersebut, Direktur Rumah Sakit Torabelo Sigi, dr. Diah Ratnaningsih, telah mengambil langkah konkret. Beliau segera memerintahkan pengadaan tiga unit kursi roda tambahan yang akan ditempatkan secara khusus di poliklinik. Langkah ini merupakan respons cepat untuk mengatasi kekurangan fasilitas yang mendesak.
Selain pengadaan segera, pihak rumah sakit juga telah mengusulkan pengadaan puluhan kursi roda melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026. Usulan ini telah disetujui, menunjukkan komitmen jangka panjang rumah sakit dalam meningkatkan ketersediaan fasilitas. Saat ini, berdasarkan data RS Torabelo, terdapat 21 unit kursi roda yang tersebar di ruang rawat inap.
Pembenahan tidak hanya berfokus pada penambahan fasilitas, tetapi juga pada peningkatan prosedur dan respons petugas. Tujuannya adalah memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan sesuai standar. Peningkatan ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RS Torabelo.
Potret Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi memiliki dua rumah sakit utama yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Kedua rumah sakit tersebut adalah RSUD Torabelo yang berlokasi di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, dan RS Kauria di Kecamatan Kulawi. Keberadaan dua rumah sakit ini menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan rujukan di wilayah Sigi.
Untuk mendukung pelayanan medis, saat ini terdapat 20 dokter ahli yang bertugas di Rumah Sakit Torabelo. Keberadaan tenaga medis spesialis ini sangat vital dalam menangani berbagai kasus penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Ketersediaan dokter ahli ini menunjukkan upaya peningkatan kualitas layanan di rumah sakit daerah.
Selain rumah sakit, Kabupaten Sigi juga didukung oleh jaringan Puskesmas yang tersebar luas. Tercatat ada 19 unit Puskesmas di 16 kecamatan di Kabupaten Sigi. Puskesmas ini berperan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah dan menjadi rujukan awal sebelum ke rumah sakit.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)






