Pemprov Jateng Kaji Ulang Kebijakan Enam Hari Sekolah untuk SMA/SMK
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengkaji wacana pengembalian kebijakan enam hari sekolah bagi SMA/SMK, menimbang masukan masyarakat dan perlindungan anak.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) saat ini sedang melakukan pengkajian mendalam terkait wacana pengembalian program enam hari sekolah untuk jenjang SMA dan SMK di wilayahnya. Kajian ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan pendidikan yang ada serta merespons dinamika kebutuhan masyarakat. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik demi masa depan pendidikan di Jawa Tengah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap pengkajian. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri acara Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building kampus setempat pada Sabtu, 22 November. Sumarno menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk menerima berbagai masukan dari elemen masyarakat, yang akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses kajian.
Setiap permasalahan yang muncul di dunia pendidikan akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan bagi Pemprov Jateng. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi sistem pendidikan. Pengkajian wacana enam hari sekolah ini merupakan salah satu bentuk respons terhadap isu-isu yang berkembang di kalangan masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan.
Latar Belakang dan Tujuan Kebijakan Pendidikan
Kebijakan lima hari sekolah sebelumnya diterapkan dengan tujuan utama memberikan waktu luang bagi anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan, banyak orang tua yang bekerja hingga enam atau bahkan tujuh hari dalam seminggu. Kondisi ini menimbulkan celah pengawasan terhadap anak-anak.
Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, menjelaskan bahwa dengan kebijakan lima hari sekolah, anak-anak memiliki dua hari libur. "Maka, ada satu hari yang tanpa pengawasan," katanya beberapa waktu lalu, menyoroti potensi risiko negatif yang mungkin dihadapi anak tanpa pengawasan orang tua di hari libur tersebut. Situasi ini menjadi salah satu pendorong utama di balik wacana pengembalian enam hari sekolah.
Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memiliki komitmen kuat terhadap kesejahteraan anak. Oleh karena itu, pengembalian penerapan enam hari sekolah diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih kepada anak dari hal-hal negatif saat mereka berada di luar pengawasan orang tua. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah proaktif untuk menjaga lingkungan belajar dan tumbuh kembang anak.
Proses Pengkajian dan Ruang Lingkup Penerapan
Meskipun wacana pengembalian enam hari sekolah telah mengemuka, penerapan kebijakan ini tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemprov Jateng akan mempertimbangkan secara matang hasil kajian dari berbagai pihak. Para pakar pendidikan, perguruan tinggi, dan kalangan dewan akan dilibatkan aktif dalam memberikan masukan dan analisis komprehensif.
Keterlibatan berbagai elemen ini bertujuan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada data, analisis akademis, dan pertimbangan sosial yang kuat. Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipatif. Masukan dari berbagai sudut pandang akan memperkaya kajian dan membantu mengidentifikasi potensi dampak positif maupun negatif dari perubahan kebijakan ini.
Taj Yasin juga menegaskan bahwa rencana kebijakan enam hari sekolah yang sedang dikaji oleh Pemprov Jateng akan diberlakukan khusus untuk jenjang SMA dan SMK. Hal ini sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah provinsi dalam pengelolaan pendidikan menengah. Fokus pada jenjang ini memungkinkan Pemprov untuk mengimplementasikan kebijakan secara lebih terarah dan efektif, sesuai dengan kebutuhan spesifik siswa SMA/SMK.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)







