Said Abdullah: Natal Momentum Merawat Kepedulian Sosial dan Kerukunan Antarumat
Said Abdullah menekankan bahwa dunia akan lebih damai jika antarumat beragama saling menyayangi dan para pemimpin negara mampu mengendurkan persaingan kuasa.

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menilai peringatan Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga momentum refleksi nilai-nilai kepedulian sosial, welas asih, dan kemanusiaan universal. Menurutnya, kisah kelahiran Nabi Isa atau Yesus mengandung pesan spiritual dan sosial yang relevan bagi kehidupan bersama di tengah keberagaman.
Said Abdullah mengingatkan bahwa Nabi Isa dilahirkan dalam kondisi yang sangat sederhana. Ia tidak lahir dari keluarga bangsawan, melainkan dari Siti Maryam, seorang perempuan suci yang hidup dalam kesederhanaan. Bahkan, kelahiran Isa terjadi di sebuah kandang domba di Kota Bethlehem. Kondisi tersebut, menurut Said, menunjukkan bahwa sebagai seorang pencerah dan mesias, Nabi Isa tidak mendapatkan keistimewaan duniawi.
Lebih jauh, Said menuturkan penderitaan Siti Maryam tidak berhenti pada proses kelahiran. Ia harus menghadapi tuduhan berat dari Bani Israil yang menuding Isa sebagai anak hasil perzinaan. Namun, Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya dengan memberikan mukjizat kepada bayi Isa yang masih orok untuk berbicara dan menyatakan dirinya sebagai hamba Allah. Peristiwa itu, kata Said, merupakan manifestasi teologis atas tanda-tanda kenabian Nabi Isa sekaligus pengingat akan kebesaran Tuhan.
Dalam perjalanan menyampaikan qalam Ilahiah, Nabi Isa juga menghadapi penentangan dari kaumnya sendiri. Namun, semua itu dibalas dengan kasih sayang. Melalui berbagai mukjizat atas izin Allah SWT, Nabi Isa membantu mereka yang menderita, termasuk menyembuhkan orang buta dan menghidupkan kembali orang yang telah meninggal. Said menilai mukjizat tersebut memiliki makna transendensi karena menunjukkan kebesaran Allah, sekaligus bermakna antroposentris karena diabdikan untuk menolong sesama manusia.
"Energi spiritual Nabi Isa sepenuhnya didedikasikan untuk membantu mereka yang menderita dan menumbuhkan sikap welas asih," ujar Said. Nilai kepedulian sosial dan saling menyayangi inilah, menurutnya, yang perlu terus dirawat dalam kehidupan bersama, terutama di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Said Abdullah menekankan bahwa dunia akan lebih damai jika antarumat beragama saling menyayangi dan para pemimpin negara mampu mengendurkan persaingan kuasa. Perbedaan keyakinan, kata dia, tidak seharusnya menjadi dinding pemisah, melainkan dimaknai sebagai keragaman yang memperkaya peradaban manusia.
Menghadapi krisis ekologis, persaingan persenjataan, perdagangan, hingga blok-blok militer yang mengancam eksistensi umat manusia, Said menilai kerja sama lintas bangsa dan lintas iman menjadi kebutuhan mendesak. Dalam konteks itu, teladan Nabi Isa tentang kasih sayang dan kepedulian sosial relevan untuk terus dihidupkan.
Sebagai seorang muslim, Said juga mengajak umat beragama untuk berpikir kosmopolitan. Ia mencontohkan teladan almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mampu menjalin persahabatan dan kerja sama lintas iman, tanpa sekat rumah ibadah maupun keyakinan.
"Kita memerlukan semangat Natal untuk mengingat kebesaran Allah SWT. Pada saat yang sama, kisah kelahiran Isa perlu dirawat sebagai inspirasi kemanusiaan yang menjahit kita semua sebagai sesama manusia," pungkas Said Abdullah.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482946/original/054584800_1769303572-bantuan_logistik_di_Cisarua_KBB.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482945/original/014554700_1769302563-KPK_geledah_kantor_koperasi_terkait_kasus_Bupati_Pati_Sudewo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482941/original/040039000_1769300522-Angin_kencang_merusak_sejumlah_lapak_pedagang_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4909346/original/009920900_1722820620-lulalahfah_1722515281_3425028883076168366_199618161.jpg)


















