Solusi Pemerintah Atasi Kekurangan Jumlah Dokter di Indonesia
Dua cara ini disebut pemerintah mampu mengejar kekurangan jumlah dokter di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah memiliki solusi untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter di Indonesia.
Menurutnya, ada dua cara yang akan dilakukan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan jumlah dokter.
Pertama, pemerintah akan memperbanyak jumlah penerimaan mahasiswa kedokteran umum maupun dokter spesialis. Selain itu, pemerintah berencana membuka fakultas baru untuk kedokteran umum, gigi, hingga farmasi.
"Memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk membuat fakultas baru untuk kedokteran umum. Kemudian kita juga kekurangan dokter gigi, kita juga harus kuat dalam hal farmasi," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
Penguasaan Teknologi Kedokteran
Kemudian yang kedua adalah penguasaan teknologi kedokteran. Prasetyo menyampaikan pentingnya Indonesia kuat dalam teknologi kesehatan untuk mengoperasionalkan alat-alat kesehatan. Terlebih, saat ini alat-alat kesehatan berbasis teknologi.
"Kita juga harus kuat dalam teknologi kesehatan untuk mengoperasionalkan alat-alat kesehatan yang sekarang semua berbasis teknologi. Jadi dua hal itu untuk khusus untuk yang diskusi mengenai kekurangan kita dalam hal dokter dan kesehatan," jelas dia.
Pernyataannya itu usai Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dan memberikan taklimat kepada rektor hingga guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
"Berkenaan dengan masalah bagaimana kita mengatasi kekurangan jumlah dokter, ada dua hal yang tadi juga di dalam forum Taklimat," kata Prasetyo.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474094/original/097904100_1768466373-Warga_tutup_lokasi_proyek_kampung_nelayan_merah_putih_di_NTT.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474068/original/070100900_1768465910-PHOTO-2026-01-15-14-38-29.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474048/original/045907900_1768465650-Polisi_tangkap_Tokoh_Banten_Abah_Ntus_Jadi_Tersangka_Penipuan_Akpol.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470852/original/042862600_1768265082-b2cd4884-5e61-47bd-a200-1bc124606c34.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474047/original/037934200_1768465391-Kondisi_halte_TransJakarta_di_exit_tol_Sawangan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470781/original/042399800_1768225799-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_8.28.24_PM.jpeg)























