Teror Perusakan Makam Bersalib di Bantul
Usai kabar perusakan makam di TPU Ngentak merebak, saksi akhirnya melaporkan perusakan di TPU Jaranan ke pihak kepolisian.

Aksi perusakan makam makam berornamen salib terjadi di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setidaknya 10 makam menjadi korban perusakan oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat, dan polisi kini tengah menyelidiki kasus tersebut.
Perusakan pertama kali diketahui terjadi di TPU Ngentak, Kapanewon Banguntapan, Bantul, pada Minggu dini hari (18/5). Namun belakangan, tindakan serupa juga ditemukan di dua lokasi lain: TPU Ironayan di Banguntapan dan TPU Jaranan di Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengungkapkan, di TPU Jaranan perusakan terjadi lebih awal, tepatnya Rabu (14/5). Kerusakan ditemukan pertama kali oleh keluarga almarhum Sugiman.

"Rabu (14/5) sekitar jam 07.00 saksi mengetahui bahwa nisan makam keluarga dalam kondisi papan nama di batu nisannya lepas. Saksi kemudian mencari papan nama di batu nisan tapi tidak ditemukan," kata Jeffry, Senin (19/5).
Saat mencoba mencari papan nama, saksi justru menemukan potongan batu nisan milik makam lain yang juga dirusak dan dibuang di sekitar lokasi.
Usai kabar perusakan makam di TPU Ngentak merebak, saksi akhirnya melaporkan perusakan di TPU Jaranan ke pihak kepolisian.
"Di TPU Jaranan ada dua nisan yang dirusak," ungkap Jeffry.

Jeffry menyebut sejauh ini baru dua laporan resmi yang masuk ke Polres Bantul, yakni dari TPU Ngentak dan TPU Jaranan. Sedangkan perusakan di TPU Ironayan belum dilaporkan oleh pihak keluarga atau masyarakat.
"Sudah ada dua laporan. Imbauannya kalau ada lagi (perusakan nisan) bisa dilaporkan ke polres atau polsek terdekat. Untuk kasus ini masih dalam proses penyelidikan Polres Bantul," tutup Jeffry.
Polisi Buru Pelaku
Jeffry mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku perusakan nisan di Bantul. Jeffry menerangkan saat ini sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian sedang ditelusuri.
"Kami sedang mencari (rekaman) CCTV. Di sekitar ini ada sekolahan, ada (rumah) warga sebagainya," katanya.
Jeffry menjelaskan sejumlah saksi-saksi juga sudah dimintai keterangan. Para saksi ini diantaranya penjaga makam maupun orang yang pertama menemukan pengrusakan nisan.
"Sementara baru 3 (saksi). Pertama orang yang mengetahui pertama kejadian. Kedua penjaga makam. Sisanya orang-orang sekitar (lokasi kejadian)," papar Jeffry.
Jeffry menambahkan masyarakat agar mempercayakan penanganan kasus perusakan nisan ini kepada pihak kepolisian. Jeffry meminta agar masyarakat tidak membuat asumsi-asumsi soal perusakan nisan ini.
"Percayakan penanganan kasus ini pada polisi," tutup Jeffry.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523413/original/016886200_1772813353-4771.jpg)





















