Wanita di Palembang Diperas Gara-Gara Video Bugil
Saking dekatnya, terlapor meminta korban membuat foto dan video tak senonoh. Awalnya tak terjadi apa-apa karena mereka saling mencintai.

Seorang wanita, PM (24), melapor ke polisi atas pengancaman dan pemerasan dengan terlapor pacarnya, AK (24). Terlapor memanfaatkan foto dan video bugil korban untuk meminta sejumlah uang.
Kedekatan keduanya berawal saat korban menggunakan jasa taksi online dan terlapor mendapat orderan. Mereka pun saling bertukar nomor telepon, intens berkomunikasi, dan menjalin hubungan asmara.
Saking dekatnya, terlapor meminta korban membuat foto dan video tak senonoh. Awalnya tak terjadi apa-apa karena mereka saling mencintai.
Lama-kelamaan, situasi dimanfaatkan terlapor untuk melakukan pemerasan. Dia juga mengancam akan menyebarkan video dan foto korban ke orang lain jika tak memberikan uang yang diminta.
Ketika itu, korban panik dan bingung berbuat apa. Alhasil dia memutuskan memberikan uang Rp4 juta kepada terlapor dengan harapan ancaman itu tak terjadi karena malu kepada keluarga.
Sempat Berjanji Hapus Video
Terlapor sempat berjanji akan menghapus dokumen itu. Namun nyatanya dia kembali melakukan ancaman serupa dan korban menuruti kemauannya.
Total uang yang diserahkan wanita itu sebanyak Rp20,7 juta. Terakhir, korban tak sanggup lagi menuruti kemauan pacarnya dan memilih melaporkan kasus ini ke polisi.
"Saya diperas dan diancam berkali-kali. Saya menyesal sudah mengirim foto dan video pribadi saya," ungkap PM, Kamis (18/12).
PM mengaku merasa trauma sekaligus khawatir video itu benar-benar menyebar luas. Sebab terlapor masih menyimpannya dan akan leluasa melakukan apa saja karena masih bebas.
"Saya minta dia cepat ditangkap sebelum foto dan video saya beredar kemana-mana," kata PM.
Kepala SPK Polrestabes Palembang Ipda Erwinsyah mengatakan, laporan dimasukkan dalam pasal pengancaman dan pemerasan dengan bukti awal beberapa chat terlapor dan pelapor. Kasus ini tengah didalami penyidik dan pemanggilan saksi-saksi dan terlapor.
"Penyidik Satreskrim sudah menerima laporan, sekarang sedang diproses," kata Erwinsyah.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)

















