Kenali Fenomena Holiday Burnout yang Bikin Liburan Lelah dan Stres, Begini Cara Mengatasinya
Penting untuk memahami fenomena holiday burnout, penyebabnya, serta cara menjaga kesehatan mental selama periode tersebut.

Liburan Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi waktu yang penuh kebahagiaan bersama keluarga. Namun, bagi sebagian orang, periode liburan ini dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental, serta meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.
Fenomena ini dikenal sebagai holiday burnout, yang merujuk pada kelelahan akibat liburan. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Kesibukan dalam berbelanja hadiah, menghadiri berbagai acara, serta tekanan finansial dan dinamika dalam keluarga sering kali membuat tubuh dan pikiran merasa kehabisan energi. Ditambah lagi, risiko penyakit musiman juga meningkat di akhir tahun.
Profesor kebijakan dan manajemen kesehatan dari Universitas George Washington, Leana Wen, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan mental dan fisik selama liburan memerlukan kesadaran serta strategi yang tepat, seperti yang dilansir oleh CNN pada Rabu, 24 Desember 2025.
Wen mengidentifikasi tiga faktor utama yang sering kali menyebabkan kelelahan ekstrem selama musim liburan.
Pertama, beban logistik dan finansial. Mengatur perjalanan, menyiapkan makanan, dan mengurus anak-anak selama liburan sekolah memerlukan energi ekstra. Tekanan untuk membeli hadiah dan menjamu tamu juga dapat membebani keuangan seseorang.
Kedua, ketegangan dalam hubungan keluarga. Tidak semua pertemuan keluarga berjalan dengan baik. Bagi beberapa orang, bertemu dengan kerabat yang memiliki riwayat konflik atau trauma masa lalu dapat memicu kecemasan emosional.
Ketiga, kesehatan mental yang sering terabaikan. Liburan dapat memperburuk kondisi depresi atau kecemasan yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, rasa kehilangan orang terkasih sering kali terasa lebih mendalam saat momen perayaan berlangsung.
Faktor Penyebab Kelelahan
Wen merekomendasikan agar seseorang meluangkan waktu sejenak untuk memahami sumber kelelahan yang dialaminya. Pertanyaan yang sederhana seperti "Apakah saya kurang tidur?" atau "Apakah saya kurang mendapatkan sinar matahari?" dapat memberikan pencerahan. Kurangnya paparan sinar matahari, misalnya, dapat memicu Seasonal Affective Disorder (SAD), sebuah kondisi yang dapat membuat seseorang merasa lelah dan mudah merasa murung. Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi energi dan suasana hati kita.
Jika kelelahan tetap berlanjut meskipun sudah beristirahat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Beberapa kondisi medis seperti anemia atau hipotiroidisme dapat menjadi penyebab kelelahan yang berkepanjangan dan memerlukan penanganan yang tepat. Dengan demikian, menjaga kesehatan fisik dan mental sangatlah penting agar kita dapat berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Cara Mengembalikan Stamina saat Liburan
1. Menghabiskan Waktu di Ruang Terbuka Hijau
Mendatangi taman kota merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan. Anda tidak perlu pergi jauh; cukup dengan berjalan santai di taman dapat membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan suasana hati, dan menstabilkan tekanan darah. Kegiatan ini tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam di sekitar kita.
2. Aktif Bergerak dan Tidur yang Cukup
Melakukan olahraga ringan, baik di dalam maupun luar ruangan, sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Aktivitas fisik ini dapat membantu tubuh memproduksi endorfin yang meningkatkan perasaan bahagia. Selain itu, tidur yang berkualitas juga memiliki peran krusial dalam memulihkan energi tubuh, sehingga Anda akan merasa lebih segar dan siap menghadapi hari.
3. Mengatur Waktu untuk Diri Sendiri
Memberikan waktu untuk diri sendiri sangatlah penting untuk kesehatan mental. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa hampir separuh orang merasa kekurangan waktu pribadi saat liburan. Jika Anda merasa kewalahan, tidak ada salahnya untuk mengambil jeda dari keramaian. Sebaliknya, bagi mereka yang merasa kesepian, terlibat dalam kegiatan sukarela atau berkumpul dengan teman dekat bisa menjadi solusi yang baik.
Mengatur ekspektasi dan prioritas
Wen juga menekankan pentingnya dalam mengatur ekspektasi dan prioritas. Tidak semua tugas harus diselesaikan seorang diri. Jika persiapan untuk liburan terasa terlalu menekan, sebaiknya buatlah daftar prioritas dan jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang lain.
5. Menghindari Pelampiasan pada Alkohol
Wen mengingatkan agar kita tidak melampiaskan stres dengan mengonsumsi alkohol atau zat adiktif lainnya. Tindakan ini hanya memberikan kelegaan sementara dan dapat memperburuk kondisi depresi serta kecemasan dalam jangka panjang. Liburan seharusnya menjadi saat yang tepat untuk memulihkan diri. Dengan memahami batas kemampuan diri dan menjaga kesehatan mental, kita dapat menikmati momen akhir tahun dengan lebih tenang dan bermakna.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)























