Parfum Ini Punya Aroma Khas Luar Angkasa, Begini Wanginya
Berikut bau khas luar angkasa yang diabadikan dalam sebuah parfum.

Berikut bau khas luar angkasa yang diabadikan dalam sebuah parfum.

Parfum Ini Punya Aroma Khas Luar Angkasa, Begini Wanginya
Wangi luar angkasa masih menjadi misteri bagi banyak orang. Sebab, hanya para astronot yang dapat menikmati aroma tersebut.
Meskipun para astronot tidak secara langsung mencium aromanya, tetapi helm dan pakaian mereka terpapar oleh atmosfer luar angkasa, sehingga mereka bisa mencium sedikit bau yang tertinggal.

Oleh karena itu, NASA mengontrak Steve Pearce, seorang ahli kimia dan pendiri Omega Ingredients untuk membuat parfum bernama Eau de Space.
Parfum ini dibuat untuk membawa wangi luar angkasa ke Bumi. Proses pembuatan parfum ini cukup rumit.
Sebab, Pearce tidak bisa mencium aromanya secara langsung dan hanya mengandalkan informasi dan catatan dari para astronot.

Seorang astronot NASA Tony Antonelli mengatakan luar angkasa memiliki bau yang kuat dan unik. Sehingga, tidak seperti bau apa pun yang pernah ia cium di Bumi.
Mengutip CNN dan Enggadget, Senin, (11/12), berdasarkan catatan tersebut para astronot mendeskripsikan bau ruang angkasa seperti ozon, logam panas, dan steak goreng.

Dari hasil deskripsi tersebut ternyata terdapat beberapa astronot yang menjelaskannya secara berbeda. Sebab, bau yang dihasilkan sangatlah sulit untuk dijelaskan.
"Ini seperti bau pistol, tepat setelah Anda melepaskan tembakan. Menurutku baunya hampir pahit selain berasap dan terbakar,"
Peggy Whitson, astronot dan mantan penghuni Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Selain itu, seorang astronot lainnya menjelaskan bahwa bau luar angkasa memiliki aroma campuran dari bubuk mesiu, steak panggang, rasberry, dan rum.
Karena wanginya sangat kompleks, oleh sebab itu Pearce menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan bahan kimia, yang dapat menghasilkan wangi yang sesuai dengan deskripsi.
Selain untuk dijual, parfum ini juga digunakan sebagai salah satu medium untuk melatih seorang astronot NASA sebelum ia pergi keluar angkasa.
Sehingga, dengan latihan menggunakan parfum para astronot sudah tidak kaget lagi dengan aroma di luar angkasa.
Meskipun nantinya parfum ini tidak diproduksi secara massal, tetapi hasil penjualan akan digunakan untuk keberlangsungan program STEM dan k-12





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)

















