Bebas Rasa Bersalah, Begini Tips Menikmati Makanan Viral bagi Pejuang Diet
Seringkali, kita cenderung menyalahkan makanan yang tidak kita ketahui.

Makanan yang sedang viral seringkali menimbulkan rasa ingin tahu bagi para pelaku diet. Meskipun sangat ingin mencobanya, banyak yang memilih untuk menahan diri. Namun, menurut Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI), Khoirul Anwar menyadari pentingnya pola makan sehat tidak berarti kita harus menghindari makanan viral sepenuhnya.
"Keinginan untuk mencoba makanan baru itu tidak masalah. Dengan begitu, kita jadi tahu dan tidak penasaran. Positifnya, setelah mencoba, kita jadi tidak menyalahkan makanan apa pun," ungkap Khoirul dalam keterangan pers yang dikutip dari Health Liputan6.com pada Jumat, 6 Juni 2025.
Seringkali, kita cenderung menyalahkan makanan yang tidak kita ketahui.
"Tapi, ada negatifnya juga, kalau mencobanya terlalu banyak dan jadi kebablasan," tambah Khoirul.
Sebagai Dosen Program Studi Gizi di Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Sahid Jakarta, ia menyarankan para pejuang diet untuk membuat jadwal khusus dalam mencicipi makanan yang viral, misalnya satu atau dua kali dalam seminggu.
"Tujuannya, untuk sekadar mengetahui," jelasnya.
Dengan mencicipi, kita dapat mengenali kelebihan dan kekurangan dari makanan tersebut, sehingga bisa memutuskan apakah makanan itu baik untuk tubuh atau tidak.
Dalam kesempatan yang sama, CEO dan Co-founder Eathink, Jaqualine Wijaya, menyampaikan tidak ada makanan yang benar-benar salah.
"Kecuali dikonsumsi berlebihan. Karena itu, kita perlu kembali ke konsep seimbang dalam panduan SELARAS," kata Jaqualine.
Dengan memahami konsep ini, kita dapat menikmati makanan viral tanpa merasa bersalah, asalkan tetap dalam batas yang wajar.

SELARAS adalah akronim yang berarti Seimbang, Lokal, Alami, Beragam, dan Sadar. Panduan ini bertujuan untuk mendorong pola makan sehat dan berkelanjutan, yang diperkenalkan oleh Eathink, sebuah platform yang fokus pada keberlanjutan pangan. "Artinya, jika siang tadi kita telah mengonsumsi makanan viral yang tinggi gula, sebaiknya sore harinya kita menghindari camilan yang juga mengandung gula," ungkap Jaqualine.
Konsep SELARAS ini bertujuan untuk membantu masyarakat menerapkan pola makan yang seimbang dari segi komposisi gizi.
Selain itu, makanan yang dipilih harus menggunakan bahan pangan lokal yang bersifat alami, sehingga dapat mengurangi penggunaan zat kimia dalam bahan makanan. Penting juga untuk memperhatikan keragaman bahan pangan dalam satu piring serta menerapkan mindful eating atau kesadaran saat menikmati makanan.
"Tidak perlu merasa kesulitan, pola makan yang sehat dan ramah lingkungan dapat diterapkan dengan mudah tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar," tambah Jaqualine.
Gunakan Bahan Pangan Lokal dengan Proporsi Seimbang

Khoirul menegaskan keseimbangan dalam pola makan sangat penting dan harus menjadi pedoman utama.
"Tidak ada satu jenis makanan pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan gizi kita," ujarnya.
Selain itu, pemanfaatan bahan makanan lokal dapat mempermudah penerapan pola makan sehat sehari-hari. Banyak orang yang mengandalkan rekomendasi bahan makanan dari sumber luar negeri, sehingga mereka lebih mengenal makanan bergizi tinggi seperti salmon dan whole grain.
"Padahal, whole grain bukanlah produk utama di Indonesia, dan kita juga bukan penghasil utama ikan salmon. Namun, Indonesia kaya akan berbagai jenis ikan selain salmon," jelas Khoirul.
Dia juga menambahkan saat membahas mengenai kacang-kacangan, banyak orang yang hanya terpikirkan tentang almond. Sebenarnya, kacang hijau yang harganya terjangkau juga memiliki nilai gizi yang tinggi.
"Hanya saja, orang lebih memilih almond karena dianggap lebih bergengsi. Banyak bahan pangan pengganti yang setara. Namun, jika seseorang tidak terpapar pada bahan-bahan tersebut, mereka tidak akan tahu bahwa makanan tersebut ada," jelasnya.
Sebelumnya, Khoirul juga menyampaikan pemahaman tentang diet perlu diperbaiki. "Orang sering berpikir bahwa diet berarti menurunkan berat badan. Sebenarnya, diet berarti mengatur pola makan. Dari sudut pandang ilmiah, pola makan yang baik adalah yang menerapkan prinsip gizi seimbang, seperti yang diajukan oleh SELARAS," tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4276643/original/023679500_1672323751-WhatsApp_Image_2022-12-29_at_21.19.35.jpeg)





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)


















