BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen, Kurs Rupiah Malah Ditutup Melemah
Adapun pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menahan suku bunga acuan.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mencatat nilai tukar atau kurs mata uang Rupiah kembali melemah ke level Rp16.694 pada penutupan perdagangan sore ini.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang Rupiah ditutup melemah 16 poin sebelumnya sempat menguat 10 poin dilevel Rp16.694 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.691," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (17/12).
Adapun pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menahan suku bunga acuan, BI Rate, di level 4,75 persen pada Desember 2025. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap bertahan di 3,75 persen dan suku bunga lending facility di 5,5 persen.
BI menilai keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5±1 persen, upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Menurut Ibrahim, BI perlu mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir tahun 2025, sembari tetap waspada dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
"Hal ini mempertimbangkan pelambatan inflasi dari 2,86 persen (yoy) menjadi 2,72 persen (yoy) pada November 2025. Tingkat inflasi ini juga masih berada di kisaran atas target BI sebesar 1,5-3,5 persen dan relatif tinggi dibandingkan awal tahun," ujarnya.
Sementara dari sisi eksternal, kombinasi penurunan Fed Funds Rate oleh The Fed dan keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada RDG November 2025 telah mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.
Faktor Eksternal
Lebih lanjut, Ibrahim menyampaikan faktor eksternal yang mempengaruhi pelemahan Rupiah, yakni data ekonomi AS yang beragam pada hari Selasa, terutama data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran yang lebih tinggi. Tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun, memicu kekhawatiran terhadap perekonomian.
Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Desember, sementara data penjualan ritel yang tertunda untuk bulan Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Data yang lemah ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah Federal Reserve melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut 'pelonggaran kuantitatif' pada bulan Desember," ujarnya.
Data Inflasi CPI
Adapun kata Ibrahim, fokus sekarang tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang akan datang, yang akan dirilis pada hari Kamis, dan akan di pantaua secara cermat untuk setiap tanda pendinginan inflasi, sehingga mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia.
Kemudian, pada hari Selasa, Trump memerintahkan blokade terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela, menambahkan bahwa ia sekarang menganggap penguasa negara itu sebagai organisasi teroris asing.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475834/original/083576600_1768661175-Menteri_Kelautan_dan_Perikanan__KKP__Sakti_Wahyu_Trenggono_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475814/original/055011200_1768657229-AP26017454587181.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475808/original/013591300_1768655186-1001517114.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475805/original/035346900_1768654776-215663.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)





















