Rupiah Menguat Tipis di Tengah Gejolak Global, Berapa Lama Bertahan?
Rupiah berhasil menguat dan ditutup pada level Rp 16.865, seiring dengan rilis data inflasi AS yang menunjukkan penurunan.

Menurut pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi, rupiah menunjukkan penguatan dengan ditutup pada level Rp 16.865 pada penutupan perdagangan Rabu sore.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 12 poin sebelumnya sempat menguat 20 poin di level Rp 16.865 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.877," ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Rabu (14/1/2026).
Penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah data indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat yang dirilis pada hari Selasa dan berada di bawah ekspektasi.
"CPI inti naik 0,2% pada bulan Desember dan 2,6% secara tahunan, di bawah perkiraan, memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang. Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026," jelasnya.
Di sisi lain, risiko geopolitik tetap menjadi perhatian utama. Iran dilaporkan mengalami protes anti-pemerintah yang semakin intensif, yang telah mengakibatkan sekitar 2.000 orang tewas, menambah kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.
"Kerusuhan tersebut telah memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer dan mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berbisnis dengan Iran," tambah Ibrahim.
Trump juga menyerukan para pengunjuk rasa untuk meningkatkan tekanan terhadap kepemimpinan Iran, dengan mengunggah di media sosial bahwa mereka harus "mengambil alih institusi Anda" dan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan."
Sementara itu, kekhawatiran mengenai independensi bank sentral AS meningkat setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal yang melibatkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Meskipun situasi ini membuat investor gelisah, para kepala bank sentral dan eksekutif bank besar secara terbuka mendukung Powell, menekankan pentingnya menjaga otonomi Fed di tengah tekanan politik.
Target Defisit Anggaran

Di dalam negeri, penguatan rupiah dipengaruhi oleh rencana Pemerintah Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada tahun depan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menunjukkan optimisme dengan menargetkan pertumbuhan tersebut dapat mencapai 6%.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan defisit anggaran turun menjadi 2,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan dengan realisasi defisit 2025 yang mencapai 2,82% dari PDB. Target defisit ini didasarkan pada proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat sebesar 14,4% dan pengeluaran yang lebih tinggi, yakni 11,3%.
Namun, pandangan para ekonom menunjukkan bahwa defisit kemungkinan akan lebih tinggi dari target yang ditetapkan oleh pemerintah. "Meskipun demikian, para ekonom memiliki pandangan defisit akan di atas dari apa yang ditargetkan pemerintah. Untuk hasil yang realistis, dengan defisit 2,8-3,0% dari PDB, karena pertumbuhan pendapatan mungkin akan melambat dan reformasi pengeluaran terus berlanjut," ujarnya.
Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam mencapai target yang telah ditetapkan, di tengah proyeksi pertumbuhan yang mungkin tidak seoptimis yang diharapkan.
Perbaikan Iklim Dunia Usaha

Pertumbuhan pendapatan negara diperkirakan akan berada pada angka satu digit. Namun, pertumbuhan ini akan didorong oleh peningkatan konsumsi dan investasi domestik secara bertahap, serta adanya potensi dorongan dari kenaikan harga komoditas global.
"Sementara dari sisi pengeluaran, berpotensi kembali kurang dari target, terutama dalam transfer ke daerah, karena pemerintah terus mereformasi kebijakan pelaksanaan anggaran," ujarnya. Meskipun demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada tahun 2026.
Menurut Purbaya, pencapaian angka tersebut tidaklah sulit, karena pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mencapainya. Salah satu strategi yang direncanakan adalah akselerasi anggaran, dengan tujuan agar belanja fiskal dapat dikeluarkan lebih awal di awal tahun.
Selain itu, perbaikan iklim usaha diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing, terhadap Indonesia. Kepercayaan ini akan meningkat seiring dengan kebijakan penyelesaian masalah debottlenecking atau hambatan investasi yang dilakukan melalui pembentukan satuan tugas untuk menangani aduan dari para pengusaha.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)























