Mau Mulai Berbisnis, Perhatikan Hal-Hal Ini Agar Tak Gulung Tikar
Bisnis masih menjadi salah satu cara seseorang untuk meraup keuntungan.

Bisnis masih menjadi salah satu cara seseorang untuk meraup keuntungan.

Mau Mulai Berbisnis, Perhatikan Hal-Hal Ini Agar Tak Gulung Tikar

Meski ekonomi global sedang fluktuatif, tidak ada salahnya bagi Anda yang ingin memulai sebuah bisnis.
Namun, mengawali sebuah bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Akun TikTok @suryaarditjong mengunggah tips apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis.
Berikut rangkumannya;

1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis
Memulai bisnis, harus ada pemisah antara rekening pribadi dengan rekening bisnis. Tujuannya, agar arus masuk keluar uang bisnis dapat dilacak dengan mudah.
2. Disiplin
Ketika memulai bisnis yang menjadi perhatian adalah gaji untuk pemilik dari bisnis tersebut. Akun @suryaarditjong mengingatkan, meski Anda adalah seorang 'bos' dari bisnis yang sudah mulai berkembang, keuntungan dari bisnis tersebut biarlah menggulung untuk dijadikan modal selanjutnya.
Gaji yang Anda dapatkan, akan lebih tepat disesuaikan dengan kebutuhan hidup. Misalnya, Rp5 juta per bulan walaupun sebenarnya profit bisnis bisa 10 sampai 20 kali lipat. Jangan habiskan profit untuk memenuhi keinginan.

3. Ide bisnis jangan dibuat rumit
Semakin kompleks dan rumit sebuag ide bisnis, Anda akan semakin sulit untuk mengeksekusi bisnis tersebut. Akibatnya, bisnis tidak berjalan.

Jika sebuah bisnis sudah dieksekusi, maka seiring berjalannya waktu rencana-rencana bisnis bisa berkembang dengan sendirinya sesuai dengan masalah yang dihadapi di lapangan.
4. Libatkan orang lain
Ketika bisnis mulai berkembang, sudah sepatutnya Anda melibatkan atau merekrut orang lain untuk menangani hal-hal teknis atau operasional. Tugas Anda setelah merekrut orang yaitu meluangkan waktu untuk merumuskan bagaimana bisnis bisa menjadi lebih besar. Merekrut orang andal justru bisa berdampak positif terhadap masa depan bisnis yang Anda rintis.
Terpenting, memilih rekan bisnis harus profesional. Keluarga atau teman dekat belum tentu menjadi rekan kerja yang baik.
5. Biasakan untuk mulai dari hal kecil
Memulai bisnis jangan karena ikut-ikutan. Anda bisa memulainya dari sesuatu yang kecil, termasuk modal yang minim. Hal ini untuk meminimalisir risiko dan bisa lebih fleksibel untuk melakukan trial and error di awal membangun bisnis.
Gunakan modal maksimal paling banyak 1/5 dari net liquid aset. Jika bisnis tersebut berpotensi berkembang, modal 1/5 tadi bisa ditambah bertahap.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523413/original/016886200_1772813353-4771.jpg)
















