MBG Berau: Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Lokal dan UMKM
Program Makan Bergizi Gratis Berau tidak hanya tingkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi lokal, melibatkan UMKM dari pangan hingga rantai pasok.

MBG Berau: Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Lokal dan UMKM
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah menjadi sorotan karena potensinya dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Inisiatif ini dirancang untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus memberdayakan pelaku usaha di daerah. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan keyakinannya terhadap dampak positif program ini.
Program ini berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, mulai dari hasil pertanian, hortikultura, perikanan, hingga peternakan yang melimpah di Berau. Keterlibatan UMKM dalam hilirisasi produk pertanian dan rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci utama. Dengan demikian, MBG diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi dan lapangan kerja baru.
Pernyataan ini disampaikan oleh Gamalis di Tanjung Redeb pada hari Jumat, 2 Januari. Dengan pengelolaan yang baik, MBG tidak hanya akan menjamin kualitas gizi bagi anak sekolah, ibu, dan balita melalui posyandu, tetapi juga secara signifikan mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan di Berau.
Potensi Ekonomi Lokal dan Peran UMKM dalam MBG Berau
Kabupaten Berau memiliki keunggulan sumber daya pangan yang melimpah, menjadikannya lokasi ideal untuk implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Ketersediaan bahan baku lokal seperti hasil pertanian, perikanan, dan peternakan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program ini. Pemanfaatan sumber daya ini memastikan keberlanjutan dan efisiensi program.
Lebih lanjut, program ini secara aktif melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui proses hilirisasi produk pertanian. Keterlibatan UMKM tidak hanya terbatas pada pengolahan bahan pangan, tetapi juga merambah ke seluruh rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung.
Dampak langsung dari keterlibatan UMKM ini adalah perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal. Program Makan Bergizi Gratis Berau berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada penurunan angka pengangguran. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan dengan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Percepatan Pembentukan SPPG dan Tantangan di Berau
Pemerintah Kabupaten Berau mengambil langkah proaktif untuk mempercepat pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis. SPPG berperan vital dalam memastikan distribusi dan kualitas gizi yang optimal bagi penerima manfaat. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkab Berau terhadap keberhasilan program.
Untuk merealisasikan percepatan ini, Wakil Bupati Gamalis bersama tim telah melakukan kunjungan ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada pertengahan Desember lalu. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan kebutuhan dan potensi daerah Berau dengan rencana percepatan pembentukan SPPG. Sinergi dengan BGN dianggap krusial untuk efektivitas program.
Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis Berau. Dari total 61 SPPG yang dibutuhkan untuk menjangkau seluruh penerima manfaat, baru 7 unit yang telah beroperasi. Kebutuhan ini mencakup 30 SPPG di wilayah aglomerasi dan 31 SPPG di wilayah 3T (terpencil, tertinggal, dan terluar). Percepatan pembentukan SPPG baru menjadi prioritas mendesak bagi Pemkab Berau.
Sinergi dan Harapan Jangka Panjang MBG Berau
Pemkab Berau menegaskan kesiapannya untuk berperan aktif dalam mendukung percepatan pembentukan SPPG guna melancarkan Program Makan Bergizi Gratis. Dukungan penuh dari pemerintah daerah ini menjadi modal penting untuk mengatasi hambatan yang ada. Komitmen ini mencerminkan visi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat.
Sinergi yang kuat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dianggap sebagai kunci utama agar pembentukan SPPG dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya dan strategi dalam menjangkau seluruh wilayah Berau. Kerjasama lintas lembaga sangat diperlukan untuk mencapai tujuan program.
Melalui percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis Berau, Pemkab Berau berharap tidak hanya terjadi perbaikan status gizi masyarakat. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah secara keseluruhan dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing di masa depan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)














