Pemprov Sulteng Gagas Hilirisasi Kelapa ke Bappenas, Dorong Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) serius menggarap potensi daerah dengan membawa konsep Hilirisasi Kelapa Sulteng ke Bappenas, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi lokal.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekonomi daerah. Mereka baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk mempresentasikan konsep hilirisasi komoditas kelapa yang strategis.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, secara langsung memimpin rombongan dalam pertemuan penting tersebut pada Kamis, 15 Januari. Selain membahas hilirisasi kelapa, agenda turut mencakup potensi pengembangan pariwisata Danau Paisupok. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi kemajuan Sulawesi Tengah secara menyeluruh.
Langkah proaktif Pemprov Sulteng ini digagas untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap program pembangunan daerah. Fokus utama adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat dan para petani kelapa di wilayah tersebut. Hilirisasi kelapa diyakini akan memberikan nilai tambah produk pertanian yang signifikan.
Strategi Hilirisasi Kelapa untuk Peningkatan Nilai Tambah
Hilirisasi kelapa menjadi agenda utama yang dibawa Pemprov Sulteng ke Bappenas. Proses ini dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian kelapa yang selama ini masih dijual dalam bentuk mentah atau minim pengolahan. Dengan hilirisasi, kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi, seperti minyak kelapa murni, sabun, kosmetik, hingga bahan bakar nabati.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa strategi hilirisasi ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani. Melalui pengolahan lebih lanjut, harga jual komoditas kelapa tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga bahan mentah di pasar global. Hal ini akan menciptakan stabilitas ekonomi bagi para petani kelapa di Sulawesi Tengah.
Dukungan pemerintah pusat melalui Bappenas diharapkan dapat mempercepat realisasi program hilirisasi ini. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan memastikan ketersediaan infrastruktur, teknologi, serta akses pasar yang dibutuhkan. Tujuannya adalah membangun ekosistem industri kelapa yang terintegrasi dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Pengembangan Potensi Pariwisata Danau Paisupok
Selain hilirisasi kelapa, Pemprov Sulteng juga memaparkan potensi Danau Paisupok sebagai destinasi pariwisata unggulan. Danau yang terkenal dengan air jernihnya ini memiliki daya tarik alam yang luar biasa dan berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pengembangan pariwisata diharapkan dapat menjadi sektor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan Danau Paisupok sebagai destinasi wisata akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata. Mulai dari penginapan, kuliner lokal, hingga jasa pemandu wisata, semuanya akan merasakan dampak positif dari peningkatan kunjungan wisatawan. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk diversifikasi sumber pendapatan.
Integrasi antara sektor pertanian (hilirisasi kelapa) dan pariwisata (Danau Paisupok) dapat menciptakan sinergi yang kuat. Misalnya, produk olahan kelapa dapat menjadi oleh-oleh khas daerah, sementara ekowisata dapat dikembangkan di sekitar perkebunan kelapa. Konsep pembangunan yang terpadu ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi Sulawesi Tengah.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Ekonomi Kerakyatan
Rombongan Pemprov Sulteng diterima oleh Staf Khusus Menteri PPN, Sukmo Harsono, yang menyambut baik inisiatif ini. Sukmo Harsono menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Bappenas dalam upaya memajukan daerah. Ia menekankan bahwa perencanaan yang matang akan menghasilkan keputusan terbaik untuk kemaslahatan rakyat.
Bappenas secara khusus menyatakan dukungan penuh terhadap semua program dan rencana pemerintah daerah yang berorientasi pada pembangunan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui pertemuan ini, Pemprov Sulawesi Tengah berharap sinergi dengan Bappenas dapat mempercepat realisasi program hilirisasi dan pengembangan pariwisata. Kolaborasi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Keterlibatan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan agenda pembangunan daerah yang ambisius ini.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)







