Inggris tinggalkan Sangin, Afghanistan

Pasukan Inggris telah menyerahkan tanggung jawab keamanan di Sangin kepada pasukan Amerika Serikat, sekaligus mengakhiri misi empat tahun Inggris di kawasan tersebut.
Bagaimanapun Menteri Pertahanan Dr Liam Fox mengatakan pasukan Inggris harus ''bangga atas pencapaian mereka di Sangin''.
Berbicara di Sangin, dia mengatakan provinsi Helmand merupakan ''tantangan terberat di Afghanistan.''
"Tingkat pengorbanan sangat tinggi dan kita tidak pernah akan melupakan banyak tentara yang berani, yang kehilangan nyawa mereka dalam upaya untuk meraih kesukesan dalam sebuah misi internasional yang juga terkait keamanan dalam negeri di Inggris.''
''Pasukan Inggris akan dipindahkan ke pusat kota Helmand, tempat dimana mereka akan melanjutkan perjuangan melawan pemberontak dan membantu membangun stabilitas dan keamanan Afghanistan'' tambahnya.
Pasukan Inggris berada di Sangin sejak tahun 2006 dan dalam misi tersebut 106 tentara tewas.
Wartawan BBC di Kabul, Ian Pannel, melaporkan serah terima secara digelar dengan penurunan bendera Union Jack dan menaikan bendera AS.
Kawasan berbahaya
Ian Pannell melaporkan Sangin adalah kawasan paling berbahaya di Helmand.
Dalam sebuah liputan terbaru, wartawan BBC menjadi saksi sebuah pertempuran yang alot dan menyebabkan sejumlah tentara AS, tentara Afghanistan, dan penduduk sipil menderita luka-luka.
"Meski ada kemajuan, tetapi kawasan ini tetap sulit. Ini adalah sebuah kunci medan perang bagi para pemberontak maupun pasukan koalisi''.
"Sekarang, Amerika akan melanjutkan dan mencoba menyelesaikan pekerjaan yang dimulai oleh Inggris'', tambahnya.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Mayjen Gordon Messenger, mengklaim kalau serah terima ini bukan sebuah pengakuan kekalahan.
"Ini tidak seperti yang terlihat di lapangan''

"Kami melihat perkembangan nyata dan positif di kawasan tersebut dalam waktu satu tahun atau lebih dalam sebuah tingkat yang berbeda.''
Berdiri sendiri
Sementara itu Komandan Pasukan Komando 40, Letkol Paul James, mengatakan serah terima sebagai ''momen yang haru'' diwarnai dengan kesedihan, tetapi juga dengan perasaan emosi yang dipenuhi rasa kebanggaan.
"Saya rasa kami telah mencapai kesuksesan yang signifikan, karena membuat Sangin lebih stabil dan tempat yang aman.''
"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pasukan keamanan nasional Afghanistan yang ikut membantu kami, mulai sekarang bisa berdiri sendiri dan mengambil tanggung jawab keamanan Sangin untuk mereka sendiri''.
"Jadi ini bukan keberhasilan pasukan Inggris atau Amerika, bukan menjadi tanggung jawab yang lainnya tetapi bagi Afghanistan sendiri,'' tambah Paul James.
Letkol Clay Tipton, dari pasukan marinir AS, mengatakan pasukan Inggris dan AS telah bekerja sama dalam beberapa bulan terakhir dan tugas mereka saat ini adalah melanjutkan kesuksesan.
"Saat Komando 40 meninggalkan kawasan, kami akan melanjutkan penjagaan keamanan bersama militer dan polisi Afghanistan termasuk memungkinkan pemerintahan setempat berjalan," katanya.
Ada sekitar 9.500 tentara Inggris di Afghanistan, dengan mayoritas ditempatkan di kawasan selatan negeri ini. Sekitar 337 tentara Inggris tewas sejak tahun 2001 di Afghanistan.





























