FOTO: Kengerian Ritual Kuda Melompati Api di Spanyol
Festival Las Luminarias kembali digelar di San Bartolome de Pinares, Spanyol, dengan ritual kuda melompati api untuk memohon perlindungan bagi hewan.

San Bartolome de Pinares, sebuah desa kecil di Spanyol, kembali dipenuhi cahaya api pada Jumat malam (16/01/2026) dalam perayaan tahunan Las Luminarias. Festival ini digelar untuk menghormati San Antonio Abad, santo pelindung hewan, melalui ritual unik yang menempatkan kuda dan keledai sebagai pusat tradisi.
Sejak sore hari, warga mulai menyiapkan ranting dan kayu bakar yang disusun di berbagai sudut desa. Sekitar dua puluh api unggun dinyalakan untuk menghasilkan asap tebal yang diyakini memiliki makna penyucian. Jika ranting terlalu kering, kayu tersebut lebih dulu dibasahi agar menghasilkan asap yang lebih banyak saat dibakar.
Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan dipercaya sudah ada sejak abad ke-18. Meski tidak memiliki catatan tertulis yang pasti, ritual ini diyakini lahir dari kebutuhan masyarakat agraris akan ternak yang sehat, terutama pada masa ketika wabah penyakit sering menyerang hewan peliharaan dan ternak.Pada masa lalu, bukan hanya kuda dan keledai yang mengikuti ritual, tetapi juga sapi dan domba. Seiring perubahan zaman, fokus perayaan kini lebih banyak tertuju pada hewan tunggangan yang masih menjadi bagian penting identitas lokal.
Menjelang pukul 20.30 waktu setempat, suara derap tapak kuda mulai terdengar di jalanan berbatu desa. Para penunggang lokal yang dikenal sebagai “bartolos” berdatangan bersama peserta dari desa-desa sekitar, membawa kuda dan keledai mereka untuk mengikuti prosesi malam.Tepat pukul 21.00, lonceng gereja berbunyi menandai dimulainya arak-arakan dari balai kota. Prosesi dipimpin oleh pemain seruling dan drum, diikuti para pengurus festival yang membawa tongkat simbolik. Di belakangnya, sekitar seratus penunggang bergerak perlahan menyusuri jalan desa dalam irama musik tradisional.
Setelah berkeliling, para penunggang berkumpul di depan balai kota untuk pemberkatan hewan. Dari balkon, pendeta memercikkan air suci ke arah kuda dan keledai yang berbaris di bawahnya. Warga dan peserta kemudian menikmati hidangan ringan berupa kue serta anggur lokal sebelum memasuki bagian utama ritual.
Satu per satu, kuda diarahkan melompati atau melewati api unggun yang menyala. Percikan api dan kepulan asap menciptakan pemandangan dramatis di tengah malam musim dingin. Bagi masyarakat setempat, momen ini bukan sekadar atraksi, melainkan simbol harapan akan kesehatan dan perlindungan bagi hewan sepanjang tahun.
Perayaan Las Luminarias setiap tahunnya juga menarik perhatian ribuan pengunjung. Desa dipadati wisatawan, media, petugas pemadam kebakaran, tim medis Palang Merah, serta aparat keamanan untuk memastikan jalannya festival tetap aman.Di tengah gemerlap api dan tradisi yang terus dijaga, Las Luminarias menjadi penanda kuat hubungan antara masyarakat San Bartolome de Pinares dengan warisan budaya dan kepercayaan yang telah hidup selama berabad-abad.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)






















