FOTO: Setahun Pemerintahan Prabowo, Zulhas Umumkan Impor Beras Nol Persen
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan capaian sektor pangan pada tahun pertama pemerintahan Prabowo di Jakarta., Selasa (21/10/2025).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono (ketiga kiri), Menteri Perdagangan Budi Santoso (keempat kiri), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kanan) dan Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyaksikan hasil ikan tuna saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan capaian sektor pangan pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah keberhasilan Indonesia menekan impor beras hingga nol persen.
Pada tahun 2024, Indonesia masih tercatat mengimpor beras sebanyak 4,52 juta ton. Namun, berkat langkah konsolidasi dan efisiensi di berbagai lini pangan, impor tersebut berhasil ditekan sepenuhnya sepanjang 2025. Pemaparan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan dalam kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan yang digelar di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Acara ini turut dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Mereka bersama-sama meninjau hasil sektor pangan, termasuk potensi ekspor ikan tuna sebagai komoditas unggulan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyaksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membawakan materi saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono (ketiga kiri), Menteri Perdagangan Budi Santoso (keempat kiri), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kanan) dan Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyaksikan hasil ikan tuna saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono (ketiga kiri), Menteri Perdagangan Budi Santoso (keempat kiri), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kanan) dan Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyaksikan hasil ikan tuna saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mencoba langsung daging ikan tuna mentah saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basukiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono ,Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mencoba langsung daging ikan tuna mentah saat kegiatan Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (21/10/2025). merdeka.com/ arie basuki
Indonesia resmi mencapai Swasembada Beras pada 31 Desember 2025, sebuah pencapaian luar biasa di tengah tantangan El Nino dan kekeringan panjang, menandai tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional.
Pencapaian swasembada beras Indonesia berhasil menurunkan harga komoditas pangan global hingga 44 persen, sebuah kontribusi besar petani nasional di panggung dunia yang patut dibanggakan.
Setelah berhasil mencapai swasembada pangan, Indonesia hampir pasti siap memulai **ekspor beras** tahun ini, menandai tonggak sejarah baru bagi ketahanan pangan nasional.
Indonesia berupaya keras mewujudkan Strategi Swasembada Beras Berkelanjutan, menghindari jebakan impor pada 2026 dengan memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional secara komprehensif.
Berbagai indikator menunjukkan peningkatan signifikan pada produksi, kesejahteraan petani, stabilitas pasokan, hingga reformasi tata kelola pangan nasional.
Situasi terkini di Greenland ditandai meningkatnya ketegangan geopolitik seiring menguatnya perbedaan pandangan antara Denmark, NATO, dan Amerika Serikat mengen
Panglima Koops Udara Nasional Marsdya TNI Minggit Tribowo memimpin serah terima jabatan dua posisi strategis di lingkungan Koopsudnas yang digelar di Jakarta.
Sidang lanjutan kasus dugaan peredaran narkotika di Rumah Tahanan Salemba dengan terdakwa Ammar Zoni kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Isra Miraj biasa dimeriahkan dengan berbagai aktivitas, seperti tabligh akbar, pengajian, tausyiah, serta ceramah di masjid, sekolah, dan majelis taklim
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendatangi Gedung Merah Putih KPK untuk membahas isu tarif dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia, Rabu (14/01/2026).