BPMPP Sulsel Resmi Jadi Mitra Uji Mutu Perikanan Sultra, Perkuat Ekspor Nasional
UPT BPMPP Sulsel kini resmi bermitra dengan Balai Karantina Sultra untuk uji mutu perikanan, memperluas layanan dan berpotensi meningkatkan PAD serta ekspor produk perikanan.

UPT Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan kini resmi menjadi mitra strategis. Lembaga ini akan bertanggung jawab dalam pengujian mutu hasil perikanan bagi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerjasama ini diumumkan pada 13 Desember di Makassar, menandai langkah penting dalam jaminan kualitas produk perikanan di wilayah timur Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan BPMPP Sulsel hingga ke luar wilayah provinsi. Selain itu, inisiatif ini juga berpotensi besar untuk mendatangkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Sulawesi Selatan. Peningkatan jaminan mutu ini juga krusial untuk mendukung daya saing produk perikanan di pasar global.
Kepala DKP Sulsel, Muhammad Ilyas, menyatakan harapannya agar laboratorium BPMPP dapat menjadi rujukan bagi eksportir di Indonesia Timur. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas produk perikanan yang diekspor memenuhi persyaratan internasional. Hal ini akan memperlancar perdagangan dan mendukung program ekspor nasional secara keseluruhan.
Perluasan Layanan dan Potensi Pendapatan Daerah
Kerja sama antara BPMPP Sulsel dan Balai Karantina Sultra ini sejalan dengan fungsi utama lembaga tersebut. Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 37 Tahun 2018, BPMPP memang bertugas memberikan layanan pengujian mutu hasil perikanan. Dengan adanya kemitraan ini, cakupan layanan BPMPP Sulsel tidak lagi terbatas pada wilayah provinsi sendiri.
Pelaksana Harian Kepala UPT BPMPP DKP Sulsel, Masdar, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan memperluas jangkauan layanan secara signifikan. "Dengan adanya kerja sama ini, akan memperluas cakupan layanan hingga di luar wilayah Sulsel," jelas Masdar. Perluasan ini juga membuka peluang baru untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Sulawesi Selatan.
Peningkatan kapasitas pengujian dan perluasan cakupan layanan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak klien dari berbagai provinsi. Hal ini akan menjadikan BPMPP Sulsel sebagai pusat uji mutu perikanan yang terkemuka di Indonesia Timur. Dukungan peralatan laboratorium terbaru dengan standar akurasi global juga menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini.
Dukungan Ekspor dan Jaminan Mutu Produk Perikanan
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sultra, A. Azhar, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah maju. Kemitraan ini merupakan amanat dari UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, khususnya Pasal 72 mengenai Pengawasan dan Pengendalian Pangan dan Mutu Pangan. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan pangan.
Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Sulawesi Tenggara sangat berharap kerja sama ini dapat menjembatani pemenuhan permintaan pembeli. Terutama terkait keamanan pangan dan hasil uji mutu yang ketat. Pengujian ini mencakup parameter penting seperti E. Coli, Salmonella, ALT, Histamin, serta kandungan logam berat.
Muhammad Ilyas menambahkan bahwa laboratorium BPMPP perlu didukung dengan pengadaan peralatan terbaru. Peralatan ini harus memiliki standar akurasi berskala global dan internasional. Hal ini penting untuk memastikan hasil uji yang valid dan diakui secara luas. "Hal ini menjadi potensi PAD bagi Sulsel ke depan selain meningkatkan jaminan mutu dan kualitas produk perikanan di Indonesia bagian timur," ujarnya.
Mekanisme Pengujian dan Dampak Ekonomi
Dengan adanya dasar hukum yang jelas melalui kerja sama ini, arus pengiriman sampel produk perikanan dari Sultra akan lebih terstruktur. Sampel-sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium BPMPP Sulsel untuk diuji berbagai parameter. Pengujian meliputi analisis kimia, mikrobiologi, dan residu.
Proses pengujian yang terstandarisasi ini diharapkan dapat memperlancar perdagangan hasil perikanan. Ini juga akan memberikan kepastian mutu bagi para eksportir dan pembeli internasional. Jaminan mutu adalah faktor krusial dalam rantai pasok global.
Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Baik di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Tenggara, mereka akan merasakan dampak positif dari peningkatan nilai jual produk. Ini merupakan upaya nyata dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui sektor perikanan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475693/original/008495600_1768641306-IMG_6770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)












