Fakta Unik: Kecerdasan Buatan Pertambangan Mampu Turunkan Biaya Operasional Hingga 10 Persen, Kadin: Penentu Transformasi Industri
Kadin Indonesia menegaskan Kecerdasan Buatan Pertambangan adalah kunci transformasi industri menuju efisiensi dan daya saing. Simak bagaimana AI mengubah wajah sektor tambang nasional!

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Aryo Djojohadikusumo, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan penentu arah transformasi sektor pertambangan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Energy Insights Forum bertajuk 'Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier' yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa.
Menurut Aryo, industri pertambangan Indonesia sedang memasuki era baru yang sangat dipengaruhi oleh kecerdasan buatan. "Industri pertambangan Indonesia sedang memasuki era baru, era dengan kecerdasan buatan. AI (artificial intelligence) bukan sekadar teknologi efisiensi, tapi akan menjadi penentu arah transformasi industri nasiona," kata Aryo. Hal ini diharapkan dapat mendorong sektor ini menuju kondisi yang lebih efisien dan memiliki daya saing global.
Transformasi ini menjadi krusial mengingat pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang menawarkan berbagai solusi inovatif. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset sangat diperlukan untuk mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi ini secara optimal. Integrasi AI diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks yang selama ini dihadapi industri pertambangan.
Kecerdasan Buatan: Solusi Tantangan Klasik Pertambangan
Aryo Djojohadikusumo menjelaskan bahwa kecerdasan buatan dapat menjadi teknologi strategis untuk membantu perusahaan pertambangan mengatasi berbagai tantangan klasik. Tantangan tersebut meliputi peningkatan efisiensi operasional, peningkatan produktivitas kerja, serta peningkatan standar keselamatan bagi para pekerja. AI menawarkan solusi konkret di tengah kompleksitas industri yang terus berkembang.
Penerapan AI dianggap sebagai solusi abad ke-21 yang memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kinerja mereka secara signifikan. "AI menjadi solusi abad ke-21 agar pelaku usaha dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia,” tutur Aryo. Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia.
Selain meningkatkan efisiensi dan produktivitas, penerapan kecerdasan buatan di sektor pertambangan juga memiliki peran penting dalam memperkuat keamanan. AI berkontribusi pada tata kelola industri yang lebih baik, termasuk upaya pencegahan praktik pertambangan ilegal. Langkah ini sangat esensial untuk memastikan dunia pertambangan Indonesia mampu bersaing di tingkat global dalam penerapan teknologi canggih.
Kolaborasi dan Dampak Nyata Penerapan AI
Senior Director Business III Danantara, Luke Mahony, menyoroti bahwa AI bukan lagi hanya bagian dari masa depan, melainkan sebuah kenyataan yang sedang membentuk arah baru industri global. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi nasional yang erat untuk mewujudkan ekosistem pertambangan cerdas di Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama.
Luke juga menegaskan bahwa teknologi, termasuk AI, bukanlah pengganti peran manusia. Ia mengatakan, "teknologi bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang memperluas kemampuan manusia dalam bekerja, berpikir, dan menciptakan nilai tambah di berbagai sektor industri, termasuk pertambangan." Kombinasi antara kecepatan komputasi AI dan empati manusia akan melahirkan industri yang lebih produktif dan bermakna.
Partner dan Co-Leader of McKinsey and Company’s Metals and Mining Practice in Asia, Sergey Alyabyev dan Hidayat Liu, memaparkan dampak signifikan dari penerapan kecerdasan buatan. Mereka menjelaskan bahwa AI telah meningkatkan efisiensi operasional pertambangan melalui peningkatan throughput, recovery rate, dan penurunan biaya produksi di berbagai pabrik pengolahan. Ini menunjukkan bukti konkret dari manfaat AI.
Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas dengan AI
Studi menunjukkan bahwa teknologi seperti AI-enabled drill and blast mampu menurunkan biaya operasional hingga 10 persen. Selain itu, teknologi ini juga dapat meningkatkan produktivitas shovel sebesar 10-20 persen. Data ini menggambarkan potensi besar AI dalam mengoptimalkan proses penambangan dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Lebih lanjut, GenAI copilots terbukti mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja sebesar 5-10 persen. Teknologi ini juga berkontribusi pada pengurangan biaya operasional dalam kisaran yang serupa. McKinsey juga menampilkan bagaimana sistem agentic AI dapat mengoptimalkan pemrosesan logam dengan menganalisis jutaan data operasional secara real time, memberikan wawasan yang cepat dan akurat.
Penerapan kecerdasan buatan ini tidak hanya berfokus pada efisiensi semata, tetapi juga dinilai sebagai langkah penting untuk mendorong Indonesia menjadi pusat inovasi mineral dunia. Selain itu, AI juga mendukung pencapaian target dekarbonisasi dan keberlanjutan sektor pertambangan nasional. Dengan demikian, AI menjadi pendorong utama bagi masa depan pertambangan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)













