Naik Tipis, Bursa Karbon Catat Transaksi Rp78,5 Miliar per Oktober 2025
Total tercatat sebanyak 137 pengguna jasa yang telah terdaftar di bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total volume transaksi bursa karbon sebesar 1,6 juta ton setara karbon dioksida (CO2e), dengan nilai transaksi sekitar Rp78,5 miliar. Jumlah itu masih jauh dari target total volume transaksi tahun ini yang dibidik 3 juta ton CO2e, dan secara nilai naik tipis dibanding September 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi melaporkan, total tercatat sebanyak 137 pengguna jasa yang telah terdaftar di bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Oktober 2025.
"Adapun total volume transaksi adalah sebanyak 1,6 juta ton CO2 equivalent, dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 78,50 miliar," jelas Inarno, Jumat (7/11).
Jika dibandingkan dengan catatan per September 2025, Inarno sempat menyebut total volume transaksi di bursa karbon telah mencapai nilai akumulasi Rp78,46 miliar.
"Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 September 2025, tercatat 132 pengguna jasa yang telah terdaftar di bursa karbon," ujar Inarno beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, OJK mencatat sejumlah rekor di pasar saham Indonesia hingga akhir Oktober 2025. Mulai dari kapitalisasi pasar tembus Rp 15.560 triliun, dan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).
IHSG Catat Rekor Tertinggi
Inarno menyampaikan, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir Oktober 2025 ditutup di level 8.163, atau naik 1,28 persen secara bulanan dan meroket 15,31 persen secara tahunan (YoY).
"IHSG maupun nilai kapitalisasi pasar saham pada periode tersebut sempat mencatat posisi all time high, dimana IHSG mencapai level 8.274,34 pada 23 Oktober 2025 dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.560 triliun pada 10 Oktober 2025," jelasnya pada kesempatan sama.
Likuiditas transaksi saham juga terpantau melanjutkan peningkatan. Terlihat dari rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH saham pada Oktober 2025, yang membukukan rekor all time high dengan nilai Rp 25,06 triliun.
"Adapun secara year to date per akhir Oktober 2025, RNTH saham tercatat sebesar Rp 16,62 triliun, meningkat dibandingkan angka RNTH 2024 yang hanya mencapai Rp 12,85 triliun. Peningkatan nilai RNTH tersebut turut dikontribusikan oleh investor individu domestik," dia menambahkan," terangnya.
Modal Asing Masuk dan Keluar
Sejalan dengan arah penguatan pasar tersebut, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) di pasar saham domestik senilai Rp 12,96 triliun (month to month) di Oktober 2025. Namun, arus keluar modal investor asing mencapai Rp 41,79 triliun.
Di sisi lain, pasar obligasi dalam negeri juga melanjutkan kinerja positif dengan indeks komposit (ICBI) meningkat 2,02 persen secara bulanan, atau 11,55 persen year to date ke level 438,03.
Sementara di industri pengelolaan investasi per 30 Oktober 2025, nilai asset under management atau AUM tercatat sebesar Rp 969 triliun. Meningkat 4,98 persen month to month atau 15,72 persen year to date.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523413/original/016886200_1772813353-4771.jpg)























