Rupiah dan IHSG Merosot Setelah Pergantian Menkeu, Begini Kata Menko Airlangga
Setelah Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan tanggapan terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah Purbaya Yudhi Sadewa dilantik menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Airlangga percaya bahwa situasi ini hanya bersifat sementara.
"Ini kan temporary (sementara)," ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/9/2025). Dia optimis bahwa nilai tukar rupiah akan kembali stabil terhadap dolar AS dan IHSG akan pulih.
Airlangga mengungkapkan pentingnya memantau kondisi ekonomi dalam beberapa hari ke depan sambil menjaga fundamental perekonomian agar tetap stabil. "Pertama fundamental kuat, berarti ini kan masalahnya sentimen. Jadi kalau masalah sentimen itu tentu kita lihat dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah tentu ini akan berbalik. Ini mirip pada saat Danantara di launch kan turun sebentar kemudian naik lagi," jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir mengenai dampak pergantian Menteri Keuangan terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, pergantian menteri dalam Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. "Saya rasa itu kan prerogatif pak presiden. Jadi tadi juga ditegaskan bahwa seluruhnya kan bekerja untuk merah putih. Jadi tidak ada kekhawatiran," tambah Airlangga.
IHSG berada dalam kondisi negatif

Pada perdagangan saham Selasa (9/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan performa buruk dengan tetap berada di zona merah. Penurunan IHSG ini terjadi di tengah kondisi mayoritas sektor saham yang juga mengalami penurunan, serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengacu pada data RTI, IHSG ditutup dengan penurunan signifikan sebesar 1,78% ke angka 7.628,60. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 1,74% dengan posisi akhir di 769,92. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar indeks saham acuan mengalami penurunan.
Pada hari Selasa ini, IHSG mencatatkan level tertinggi di 7.791,33 dan level terendah di 7.619,71. Dari total perdagangan, sebanyak 465 saham mengalami penurunan, yang berkontribusi pada penurunan IHSG. Sementara itu, 222 saham mengalami penguatan dan 118 saham tidak mengalami perubahan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.368.949 kali dengan volume perdagangan sebesar 39,7 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 24,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di sekitar 16.465.

Dari sebelas sektor saham yang ada, terdapat empat sektor yang menunjukkan kenaikan. Sektor transportasi mengalami peningkatan sebesar 0,72%, menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi. Diikuti oleh sektor konsumer siklikal yang menguat 0,68%, serta sektor industri dan kesehatan yang masing-masing naik 0,11%. Di sisi lain, sektor teknologi mengalami penurunan sebesar 1,86%, mencatatkan koreksi terbesar. Sektor keuangan juga mengalami penurunan sebesar 1,73%, sementara sektor infrastruktur merosot 1,36%. Selain itu, sektor basic juga mengalami penurunan sebesar 0,24%, sektor konsumer nonsiklikal tergelincir 0,29%, dan sektor properti melemah 0,94%.
Dalam laporan yang dirilis oleh Kiwoom Sekuritas Indonesia, disebutkan bahwa IHSG mengalami pelemahan di tengah ketidakpastian pasar yang berhati-hati dalam melihat kedisiplinan fiskal ke depan. Hal ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil alih posisi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani dan mengangkat Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru. Perubahan ini menambah ketidakpastian di kalangan investor, yang menantikan langkah-langkah kebijakan fiskal selanjutnya.
IHSG pada tanggal 9 September 2025 mengalami penurunan sebesar 1%
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada sesi kedua perdagangan saham pada hari Selasa, 9 September 2025. Penurunan IHSG terjadi di tengah kondisi mayoritas sektor saham yang juga mengalami penurunan, bersamaan dengan nilai tukar rupiah yang mencapai 16.400 terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data dari RTI, pada pukul 15.18 WIB, IHSG mengalami penurunan sebesar 1,7% dan berada di posisi 7.631. Indeks saham LQ45 juga merosot 1,7% hingga mencapai 770. Semua indeks saham acuan menunjukkan penurunan.
Pada perdagangan di hari Selasa ini, IHSG mencatat level tertinggi di angka 7.791,33 dan level terendah di 7.619,71. Terdapat 508 saham yang mengalami penurunan, yang berdampak negatif terhadap IHSG, sementara 189 saham lainnya mengalami penguatan dan 107 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan mencapai 2.115.597 kali dengan volume perdagangan mencapai 34,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 20,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.493. Dari sebelas sektor saham yang ada, sebagian besar menunjukkan penurunan, kecuali sektor industri dan consumer siklikal yang mengalami penguatan. Sektor energi mengalami penurunan sebesar 1,3%, sektor basic melemah 0,98%, dan sektor consumer nonsiklikal terpangkas 0,63%. Sektor kesehatan dan keuangan masing-masing merosot 0,34% dan 1,88%, sementara sektor properti, teknologi, dan infrastruktur juga mengalami penurunan signifikan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)

















