AS akui pemberontak Libia TNC

Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu Inggris William Hague di Istanbul, Turki

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dengan pengakuan ini AS menyerahkan aset Libia yang dibekukan di AS kepada pemberontak.

Amerika Serikat mengakui kelompok pemberontak Libia sebagai "otoritas pemerintahan yang sah".

Ini berarti aset senilai miliaran dolar yang dibekukan di bank-bank Amerika boleh diserahkan kepada pemberontak.

Keputusan itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dalam pertemuan diplomatik di Istanbul, Turki.

Negara-negara Barat dan Arab yang menjadi anggota Libia Contact Group (LCG) sedang merancang rencana untuk mengakhiri permusuhan, yang akan diajukan kepada pemimipin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi.

"Amerika menganggap rezim Gaddafi tidak lagi memiliki otoritas yang sah di Libia," kata Clinton.

"Jadi saya mengumumkan hari ini bahwa, sampai pihak berwenang sementara dibentuk, Amerika Seriakt akan mengakui TNC (Dewan Transisi Nasional) sebagai otoritas pemerintah yang sah bagi Libia, dan kami akan berhubungan dengan mereka berdasarkan pengakuan itu."

Dia menambahkan, "TNC telah menawarkan sejumlah jaminan penting hari ini, termasuk janji untuk menerapkan proses reformasi demokratik yang inklusif secara geografis dan politis".

Nasib Gaddafi

Sejumlah menteri luar negeri lain mengatakan seluruh anggota LCG, yang mencakup lebih dari 30 negara Barat dan Arab, sepakat untuk mengakui para pemberontak.

Banyak diantara negara-negara LCG yang secara individual telah mengakui TNC.

Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini mengatakan keputusan itu tidak memberikan pilihan lain kepada Kolonel Gaddafi "tanpa pilihan lain" selain meninggalkan kekuasaan.

Frattini mengatakan utusan khusus PBB untuk Libia, Abdul Elah al-KHatib, akan membawa usulan gencatan senjata dari LCG kepada kepemimpinan Libia dan mengadakan perundingan atas nama mereka.

"Paket politik ini merupakan tawaran politik, termasuk gencatan senjata," katanya.

Clinton mengatakan segala kesepakatan "harus berisi kepergian Gaddafi" dari kekuasaan, demikian menurut kantor berita Reuters.