Australia dan UNICEF Perkuat Program Makanan Bergizi Gratis di Indonesia Melalui Pusat Keunggulan
Australia dan UNICEF bersinergi memperkuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia dengan mendanai dua pusat keunggulan. Bagaimana kolaborasi ini akan membentuk masa depan gizi nasional?

Pemerintah Australia menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung inisiatif strategis Indonesia, khususnya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dianggap krusial untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dukungan ini diwujudkan melalui kemitraan erat dengan Dana Anak-anak PBB (UNICEF), yang bertujuan memperkuat kapasitas dan efektivitas pelaksanaan program nasional tersebut.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, pada Senin (11/11), mengungkapkan detail kerja sama ini yang mencakup pendanaan dua pusat keunggulan. Pusat-pusat strategis ini akan berlokasi di Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jawa Barat dan Universitas Cenderawasih di Papua. Penempatan ini dirancang untuk menyediakan fondasi kebijakan berbasis bukti yang kokoh serta pengembangan kapasitas yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Perjanjian pendanaan antara Australia dan UNICEF Indonesia telah resmi ditandatangani pada Maret 2025, menandai langkah konkret dalam upaya bersama ini. Inisiatif kolaboratif ini dirancang secara cermat untuk memastikan implementasi Program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia diharapkan dapat terus ditingkatkan secara menyeluruh dan merata.
Pusat Keunggulan: Fondasi Kuat Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis
Pusat keunggulan yang didanai melalui Dukungan Australia UNICEF Program Makanan Bergizi Gratis ini akan menjadi tulang punggung utama dalam implementasi program. Pusat keunggulan tingkat nasional berlokasi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, sebuah institusi yang dikenal luas dengan keahliannya dalam bidang pertanian dan pangan. Sementara itu, pusat regional ditempatkan di Universitas Cenderawasih, Papua, untuk memastikan jangkauan yang lebih luas dan relevansi lokal yang mendalam.
Menurut Gita Kamath, Center of Excellence (CoE) ini akan beroperasi sebagai platform kolaborasi multidisiplin yang inovatif. Wadah ini secara efektif akan mempertemukan pemerintah, akademisi, sektor pangan, dan masyarakat untuk bekerja sama secara sinergis. Tujuannya adalah menciptakan sinergi yang kuat dalam mendukung keberhasilan Program Makanan Bergizi Gratis di seluruh wilayah Indonesia.
Fungsi utama CoE meliputi pelaksanaan riset mendalam yang berbasis data, penyelenggaraan pelatihan komprehensif bagi pelaksana program, serta pengelolaan pengetahuan yang efektif. Selain itu, lembaga ini akan mengembangkan dan menguji desain program MBG melalui kerja sama multipihak. Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan menjamin keberlanjutan Dukungan Australia UNICEF Program Makanan Bergizi Gratis dalam jangka panjang.
CoE juga akan memperkuat kapasitas pelatihan, pemantauan, dan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan efisien dan akuntabel. Dengan demikian, setiap tahap implementasi dapat dipastikan sesuai dengan standar terbaik. Ini adalah langkah penting untuk mencapai tujuan besar program dalam menyediakan gizi berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Visi Indonesia Emas 2045 Melalui Program MBG
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sendiri diluncurkan oleh pemerintah pada tanggal 6 Januari 2025, sebagai respons terhadap kebutuhan gizi nasional. Inisiatif ini bukan hanya sekadar program pemberian makanan, melainkan merupakan investasi strategis yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Tujuannya adalah mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tingkat global.
Pemerintah telah melaporkan bahwa program MBG telah menciptakan dampak ekonomi yang signifikan dan multifaset. Sebanyak 418.545 lapangan kerja baru berhasil dibuka di berbagai sektor terkait, memberikan peluang ekonomi bagi banyak individu di seluruh negeri. Dampak ekonomi berantai ini terutama dirasakan oleh 18.895 pelaku lokal, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM pangan, yang menjadi bagian integral dari rantai pasok program ini.
Selain itu, program ini juga berhasil mengaktifkan 11.984 dapur MBG atau Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (UPPG) di seluruh wilayah Indonesia. Keberadaan dapur-dapur ini memastikan bahwa distribusi makanan bergizi dapat menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Dengan Dukungan Australia UNICEF Program Makanan Bergizi Gratis, diharapkan jangkauan dan kualitas program ini akan semakin meningkat, menjamin pemerataan akses gizi.
Investasi dalam program MBG ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk membangun generasi penerus yang kuat dan berdaya saing. Melalui penyediaan gizi yang memadai sejak dini, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh optimal. Ini adalah langkah fundamental menuju pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul dan berkaliber internasional.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475693/original/008495600_1768641306-IMG_6770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
















