Fakta Unik: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Stimulus Ekonomi dan Gizi di Wilayah 3T
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan pemerintah untuk atasi stunting dan dorong ekonomi lokal di daerah 3T. Bagaimana program ini bekerja dan dampaknya?

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum menginisiasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya strategis nasional. Inisiatif ini bertujuan ganda, yakni memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus merevitalisasi ekonomi lokal di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Terluar).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa program ini menjadi prioritas utama pemerintah. Fokus utamanya adalah menekan angka stunting yang masih tinggi di daerah-daerah terpencil, terdepan, dan terluar tersebut.
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan lokal. Langkah konkret telah diambil dengan pembentukan gugus tugas dan perencanaan pembangunan dapur-dapur khusus di seluruh wilayah sasaran.
MBG: Solusi Gizi dan Penggerak Ekonomi di Wilayah 3T
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa wilayah 3T merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. "Wilayah 3T menjadi prioritas karena layanan gizi di daerah tersebut sangat kritis," ujarnya dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/9).
Menurut Tito, Program Makan Bergizi Gratis ini sangat penting untuk menekan angka stunting yang masih menjadi masalah serius. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat rantai pasok lokal.
Untuk mempercepat pengembangan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T, sebanyak 141 gugus tugas telah dibentuk. Saat ini, 806 lokasi telah memenuhi syarat untuk pembangunan dapur MBG di daerah-daerah tersebut.
Karnavian merinci bahwa dari total tersebut, 264 dapur akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sementara itu, 542 unit sisanya akan ditangani langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan cakupan yang luas.
Strategi Pembangunan Nasional Melalui Program Makan Bergizi Gratis
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan sosial biasa. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional yang lebih luas.
Program ini secara langsung mendukung target PU608 yang mencakup pengurangan kemiskinan, peningkatan rasio investasi (ICOR), dan pendorong pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan dimensi ekonomi yang kuat dari program tersebut.
"Fokus percepatan pengembangan SPPG dipusatkan pada wilayah 3T dan daerah PLBN (Pos Lintas Batas Negara)," kata Hanggodo. Hal ini mengingat urgensi kebutuhan layanan gizi serta pentingnya kehadiran pemerintah di area tersebut.
Penekanan pada wilayah perbatasan dan terpencil menunjukkan komitmen pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di seluruh pelosok negeri.
Dampak Ekonomi Lokal dan Pentingnya Koordinasi Lintas Sektor
Menanggapi inisiatif ini, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah, menilai positif kehadiran SPPG di wilayah 3T. Menurutnya, SPPG berpotensi menjadi pusat ekonomi baru yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Prof. Hardinsyah menjelaskan bahwa komoditas pertanian, perikanan, dan perkebunan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diberdayakan. Bahan-bahan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian dapur Program Makan Bergizi Gratis.
"Jika ada lima SPPG di satu kecamatan, maka enam bulan sebelum pendirian, para petani, peternak, dan nelayan harus mulai menyiapkan produksi sesuai permintaan," ujar Hardinsyah. Ini akan memperkuat rantai pasok pangan lokal secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas level dari berbagai pihak terkait. Pengelolaan SPPG harus diperkuat hingga tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan optimal oleh seluruh masyarakat sekitar.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)















