BGN Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita dalam Program Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah, dengan fokus utama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita demi masa emas 1.000 HPK.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita atau kelompok B3. Prioritas ini diberikan untuk memastikan asupan gizi optimal bagi mereka di seluruh Indonesia, tanpa terpengaruh kalender pendidikan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut sangat krusial karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini merupakan masa emas yang tidak dapat ditunda untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga kontinuitas layanan gizi sangat penting.
Sementara itu, pelaksanaan MBG untuk anak sekolah bersifat opsional selama libur, menyesuaikan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat. Meskipun demikian, layanan tetap tersedia bagi anak sekolah yang membutuhkan, menunjukkan fleksibilitas program.
Prioritas Utama Program Makan Bergizi Gratis: Ibu Hamil dan Balita
Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok B3. Intervensi pemenuhan gizi bagi mereka dianggap sebagai bagian terpenting yang tidak boleh terputus, terlepas dari kalender pendidikan.
Dadan Hindayana, Kepala BGN, menekankan pentingnya kontinuitas layanan gizi bagi kelompok ini. Ia menjelaskan bahwa masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah "golden time" yang sangat singkat dan krusial bagi tumbuh kembang anak. "Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus. Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek, dan kita harus menjaga golden time (masa emas) ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah," ujar Dadan dalam keterangannya.
Fokus pada kelompok B3 ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi dan stunting sejak dini. Program MBG dirancang untuk memastikan bahwa fondasi kesehatan dan perkembangan anak terbangun dengan baik sejak dalam kandungan hingga usia balita.
Fleksibilitas Layanan MBG untuk Anak Sekolah Selama Liburan
Berbeda dengan kelompok B3, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel selama masa libur. BGN memahami bahwa anak-anak sekolah mungkin memiliki aktivitas lain atau sedang berlibur bersama keluarga, sehingga layanan disesuaikan.
Dadan Hindayana menjelaskan bahwa sifat opsional ini memungkinkan penyesuaian dengan kondisi teknis di lapangan atau alasan pribadi penerima manfaat. "Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan," paparnya.
Meskipun opsional, BGN tetap memastikan bahwa anak-anak yang membutuhkan asupan gizi tambahan selama liburan tetap dapat mengakses layanan ini. Hal ini menunjukkan pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Jadwal Pelaksanaan dan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) telah merilis jadwal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk periode akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. Pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada tanggal 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025.
Jadwal ini dirancang khusus untuk menjamin keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini menegaskan bahwa kebutuhan gizi mereka tidak mengenal libur atau cuti, sehingga program terus berjalan.
Untuk awal tahun 2026, Program Makan Bergizi Gratis akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026 di seluruh Indonesia. Sebelum tanggal tersebut, ada masa persiapan penting bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi SPPG di seluruh Indonesia. Persiapan ini mencakup kesiapan dapur, sistem distribusi, ketersediaan sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan untuk memastikan kualitas layanan MBG yang optimal.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)




















