Gubernur Bali Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan penggunaan produk pangan lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis, guna meningkatkan serapan hasil pertanian daerah dan memastikan ketersediaan bahan baku.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Bali. Instruksi ini disampaikan saat menyambut Badan Gizi Nasional (BGN) di Denpasar pada Sabtu (08/11). Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan serapan hasil pertanian daerah.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian petani lokal sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku makanan bergizi. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mengatasi masalah gizi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pertanian Bali. Ini merupakan sinergi antara program nasional dan potensi daerah.
Penggunaan sayur mayur, telur, ikan, ayam, hingga buah-buahan asli Bali menjadi prioritas utama dalam penyediaan makanan. Strategi ini juga berfungsi sebagai antisipasi potensi kekurangan bahan pangan. Hal ini memastikan keberlanjutan pasokan untuk program vital tersebut.
Optimalisasi Pangan Lokal untuk Keberlanjutan Program MBG
Gubernur Wayan Koster menekankan bahwa ketersediaan hasil pertanian di Bali sangat memadai untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. "Hasil pertanian kita di Bali sangat cukup untuk program MBG, jadi serapan pangan lokal Bali harus ditingkatkan dalam program ini," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi potensi besar daerah.
Pemanfaatan produk pangan lokal seperti sayur-mayur, telur, ikan, ayam, dan buah-buahan akan menjadi tulang punggung program ini. Kebijakan ini tidak hanya memastikan kualitas gizi, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan petani dan nelayan setempat. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Langkah proaktif ini juga berfungsi sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan kelangkaan bahan pangan yang bisa terjadi. Dengan mengandalkan produk dalam daerah, pasokan bahan baku dapat lebih mudah diakses dan dikelola. Bali telah memiliki regulasi serupa untuk sektor pariwisata.
Kemajuan Program SPPG dan Target Badan Gizi Nasional
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, melaporkan kemajuan signifikan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bali. Khususnya di Klungkung, empat dapur sedang dalam tahap pembangunan, dan satu lagi dalam survei. Secara keseluruhan, 110 dapur telah beroperasi di seluruh Bali.
Meskipun demikian, capaian penerima manfaat masih perlu ditingkatkan. Dari target 1.049.967 penerima manfaat, baru 275.127 orang yang telah terlayani. "Targetnya seluruh dapur beroperasi penuh pada Februari 2026," kata Tigor Pangaribuan, menunjukkan komitmen BGN.
BGN mengapresiasi implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Pulau Dewata yang dinilai sudah sangat baik, dengan 30 persen dari target telah berjalan. Kehadiran SPPG diharapkan dapat mempercepat pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan stunting. Ini dilakukan melalui pola asuh 3B, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)

















