Rupiah Melemah, BI Intervensi di Pasar Domestik dan Global
Bank Indonesia mengundang para pelaku pasar untuk berkolaborasi dalam menjaga stabilitas, agar nilai tukar rupiah tetap terjaga dengan baik.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi pelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir. "
Bank Indonesia memanfaatkan semua instrumen yang tersedia secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder, maupun di pasar internasional di Asia, Eropa, dan Amerika secara berkelanjutan melalui intervensi NDF," kata Perry dalam keterangannya pada Jumat (26/9/2025).
Perry menambahkan bahwa BI optimis langkah-langkah tersebut dapat menstabilkan nilai tukar rupiah agar sesuai dengan fundamental ekonomi. Ia juga mengajak semua pelaku pasar untuk bersama-sama menciptakan iklim pasar keuangan yang kondusif.
"Kami mengundang pelaku pasar untuk berkolaborasi dalam menjaga stabilitas, sehingga nilai tukar rupiah dapat tetap terjaga dengan baik," tegasnya. Pernyataan ini disampaikan menyusul pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di mana pada perdagangan Kamis sore, rupiah ditutup melemah 65 poin atau 0,02% menjadi Rp16.749 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp 16.684 per dolar AS.
Di sisi lain, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI juga menunjukkan pelemahan, tercatat di level Rp 16.752 per dolar AS, turun dari sebelumnya Rp 16.680 per dolar AS. Langkah-langkah yang diambil oleh BI diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memperkuat kembali nilai tukar rupiah di tengah tantangan yang ada. Dengan demikian, kolaborasi antara BI dan pelaku pasar sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Nilai rupiah terendah terhadap dolar Singapura

Baru-baru ini, rupiah mencatatkan rekor terendahnya terhadap dolar Singapura (SGD). Menurut informasi yang diperoleh dari Google Finance, pada perdagangan hari Kamis, 25 September 2025, rupiah mengalami penurunan sebesar 0,56%, mencapai posisi Rp 13.002 per SGD. Angka ini menjadi yang terendah dalam sejarah pergerakan nilai tukar rupiah. Nanang Wahyudin, selaku Research & Education Coordinator di Valbury Asia Futures, mengungkapkan bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh penguatan dolar Singapura yang dianggap sebagai mata uang aman di kawasan Asia Tenggara.
Dia menjelaskan, "Perlu diketahui pelemahan rupiah kali ini karena memang faktor utama dari penguatan dolar Singapura, sebagai mata uang yang memiliki prediksi safe haven di kawasan regional dan keterkaitan dengan dolar Amerika," dalam wawancaranya dengan Liputan6.com pada hari yang sama.
Nanang juga menambahkan bahwa kondisi global yang tidak menentu turut memberikan tekanan pada nilai tukar. Dia menyoroti kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat, yang disebabkan oleh data ekonomi AS, terutama yang berkaitan dengan tenaga kerja, yang masih menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.
“Ketika ketidakpastian global meningkat, seperti pelemahan dolar dampak atas prospek pengurangan suku bunga The Fed, karena serangkaian data ekonomi yang kurang baik, terutama data tenaga kerja membuat ruang pelemahan dolar bisa berlanjut hingga akhir tahun karena mulainya sikap dovish The Fed,” ungkapnya.
Terdapat aliran keluar di pasar domestik

Menurut ia, situasi outflow di pasar domestik turut memperburuk kondisi pelemahan rupiah. "Inilah yang memicu investor memburu dolar Singapura sebagai mata uang aman di kawasan regional."
Selain itu, ia menjelaskan bahwa outflow di Indonesia, terutama dari pasar domestik akibat aksi net sell terhadap transaksi SBN dan ekuitas, yang mencapai total 8,5 triliun rupiah, menjadi salah satu penyebab lemahnya rupiah," ungkapnya.
Nanang juga menyoroti bahwa kebijakan yang diambil dalam negeri, termasuk keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan, memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah. Ia menambahkan bahwa tren pelemahan rupiah ini telah berlangsung sejak setelah pandemi COVID-19.
Pergerakan nilai tukar Rupiah

Pada tahun 2021, nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura sempat mencapai Rp 10.500, namun kemudian mengalami penurunan menjadi Rp 11.500 pada tahun 2022 hingga 2023. Penurunan ini berlanjut dengan nilai tukar mencapai Rp 11.700 pada tahun 2024, dan semakin melemah hingga menembus Rp 12.200 pada bulan Februari dan Rp 12.850 pada bulan April 2025, sebelum akhirnya mencapai titik terendah saat ini.
"Lalu apakah pelemahan ini akan terus berlangsung lama atau tentatif, itu semua tergantung pelaksana kebijakan atau otoritas di Indonesia, disiplin atas kebijakan baik fiskal dan moneter. Melalui intervensi oleh BI di pasar mata uang dengan menjual cadangan dolar dan membeli rupiah," ujar Nanang. Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, diperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 12.800 hingga Rp 13.300 per dolar Singapura.
Di sisi lain, Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, berpendapat bahwa pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh kebijakan likuiditas domestik.
"Saya pikir ini ada kaitannya dengan pelonggaran likuiditas yang dilakukan pemerintah dan BI yang menyebabkan imbal hasil aset rupiah seperti obligasi menurun sehingga daya tarik aset rupiah melemah," ujarnya.
Ariston menegaskan bahwa tidak hanya rupiah yang melemah terhadap dolar Singapura, tetapi juga terhadap berbagai mata uang utama lainnya. Dengan demikian, situasi ini menunjukkan dampak yang lebih luas dari kebijakan ekonomi yang diterapkan di Indonesia.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)














