Diduga Paparan Kimia, Selada dan Timun Jadi Biang Kerok Keracunan Makanan di Jember?
Dinas Kesehatan Jember menduga kuat sayuran selada dan timun yang terpapar bahan kimia menjadi penyebab keracunan makanan massal di sebuah SDN, memicu mual, muntah, dan pusing pada puluhan siswa.

Jember, Jawa Timur digegerkan dengan insiden keracunan makanan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Sidomekar. Kejadian ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di sekolah tersebut.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, melalui hasil analisis data epidemiologis, menyoroti selada dan timun sebagai komponen makanan yang paling dicurigai. Kedua sayuran ini diduga terpapar bahan kimia, memicu gejala sakit yang cepat pada siswa.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan pangan dalam program-program serupa. Pihak berwenang kini tengah mendalami penyebab pasti untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, sambil menunggu hasil uji laboratorium.
Dugaan Kuat pada Sayuran Mentah
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Jember, Rita Wahyuningsih, menyatakan bahwa selada dan timun merupakan makanan yang diduga kuat penyebab keracunan. "Berdasarkan analisa data epidemiologis, bahwa selada dan timun merupakan makanan yang diduga kuat penyebab keracunan dalam program MBG di SDN Sidomekar," kata Rita di Jember, Minggu (5/10).
Sebanyak 58 siswa yang menerima MBG terdampak insiden ini. Berdasarkan keterangan guru, beberapa siswa berteriak karena menemukan belatung pada makanan mereka, sementara yang lain mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut. Rita menambahkan, "Kalau sesuai data itu, memang terjadi peningkatan jumlah keluhan pada 10 menit setelah mengonsumsi MBG. Itu yang mual keluhannya ada 17 anak, kemudian 12 anak mengeluh muntah, dan yang mengeluh nyeri perut sebanyak 7 anak."
Menu dalam MBG tersebut meliputi roti tawar, telur rebus yang digoreng, selada, timun, mayones, saus saset, keju parut, susu UHT, dan mendol tempe. Namun, selada dan timun menjadi fokus utama dugaan keracunan karena respons cepat tubuh siswa. "Selada dan timun merupakan makanan yang paling kuat dikaitkan dengan dugaan keracunan, dengan mempertimbangkan kejadian yang cepat yaitu 10 sampai 15 menit setelah mengonsumsi," jelas Rita.
Residu Kimia dan Pentingnya Kebersihan
Rita Wahyuningsih menjelaskan bahwa penyebab paling mungkin dari keracunan ini adalah paparan bahan kimia. Hal ini bisa diasumsikan sebagai residu pestisida atau deterjen yang masih menempel pada sayuran mentah seperti selada dan timun. Paparan bahan kimia ini dapat memicu reaksi cepat pada tubuh, menyebabkan gejala keracunan yang dialami para siswa.
Untuk memastikan dugaan tersebut, Dinkes Jember telah mengambil sampel makanan dari program MBG dan mengirimkannya ke laboratorium kesehatan di Surabaya. Namun, hasil analisis dari laboratorium tersebut belum diterima hingga saat ini. Proses pengujian ini krusial untuk mendapatkan bukti ilmiah yang kuat mengenai penyebab pasti keracunan makanan.
Plt Kepala Dinkes Jember, A. Helmi Lukman, turut menyampaikan pandangannya terkait insiden ini. Ia menduga bahwa kemungkinan besar penyebabnya adalah proses pencucian sayuran yang kurang bersih. "Mengolah sayuran memang sebaiknya dilakukan terakhir agar tidak cepat layu atau rusak, sehingga kebersihan tetap terjaga hingga disajikan kepada siswa," ujarnya.
Pernyataan ini menekankan pentingnya prosedur penanganan makanan yang higienis, terutama untuk sayuran mentah. Kebersihan dalam setiap tahap pengolahan makanan menjadi kunci utama untuk mencegah kontaminasi dan memastikan keamanan pangan bagi konsumen, khususnya anak-anak sekolah.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)























