FOTO: Doa Petani Sleman dalam Ritual Adat Megawe
Upacara adat Labuh Sawah atau Megawe di Bulak Kenari, Kregolan, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (16/9/2025)

Warga bersama Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Sleman dan Lembaga Sri Tumuwuh menggelar upacara adat Labuh Sawah atau Megawe di Bulak Kenari, Kregolan, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (16/9/2025). Tradisi ini menjadi penanda dimulainya pengolahan lahan sebelum penanaman padi.
Ritual yang didukung Dinas Kebudayaan Sleman ini sarat makna, bukan hanya sebagai pelestarian tradisi pertanian leluhur, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.Ketua Panitia, Joko Margono, menjelaskan bahwa Megawe merupakan ajaran turun-temurun yang diwariskan leluhur untuk memulai musim tanam dengan doa dan penghormatan terhadap bumi.
Prosesi diawali dengan berkumpul di Sekretariat Lembaga Sri Tumuwuh di Jalan Tempel–Seyegan. Dari sana, warga mengusung sesaji menuju area persawahan secara gotong royong sambil melantunkankidung singgah-singgah atau tolak bala. Sesampainya di sawah, ritual dilanjutkan dengan doa bersama sebelum tanah dibajak menggunakan dua ekor kerbau. Doa ini dimaknai sebagai jalinan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa.


























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)























